Indeks
Berita  

Irwansyah Advokasi Fasilitas untuk Delapan Masjid di Banda Aceh

DONYAPOST, Banda Aceh — Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, ST, mengadvokasi bantuan fasilitas untuk delapan masjid di Banda Aceh selama 2025–2026.

Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing masjid, mulai dari perangkat pengeras suara, ambal, menara, kubah, hingga tempat wudu.

Hal itu disampaikan Irwansyah saat menyerahkan bantuan perangkat pengeras suara untuk Masjid Al Falah, Gampong Neusu Jaya, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis (15/10/2026) malam.

Irwansyah mengatakan, penguatan fasilitas masjid menjadi salah satu perhatiannya dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat. Ia berkomitmen melanjutkan upaya tersebut agar masjid semakin nyaman dan mampu menjalankan fungsinya secara optimal di tengah masyarakat.

Pada 2025, bantuan diadvokasi untuk tiga masjid, yakni Masjid Muhajirin Lamlagang, Masjid Taqwa Lhoong Raya, dan Masjid Baiturrahim Ulee Lheue.

Sementara pada 2026, bantuan kembali diadvokasi untuk lima masjid, yaitu Masjid Tauhid Geuceu Iniem, Masjid Taqwa Seutui, Masjid Al Hasanah Geuceu Komplek, Masjid Al Falah Neusu Jaya, dan Masjid Nurul Huda Penyeurat.

“Advokasinya sesuai dengan kebutuhan masing-masing masjid, mulai dari sound system, ambal masjid, menara, kubah, hingga tempat wudu,” ujar politikus muda PKS tersebut.

Menurut Irwansyah, masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan juga pusat kegiatan keislaman dan ruang untuk mempererat persatuan masyarakat. Karena itu, penguatan fasilitas masjid menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali peran masjid dalam kehidupan sosial.

“Kenapa masjid menjadi fokus saya? Karena kita ingin mengembalikan fungsi masjid sebagaimana pada masa Rasulullah,” katanya.

Ia menjelaskan, pada masa Rasulullah, masjid menjadi pusat ibadah, aktivitas masyarakat, penyelesaian persoalan umat, hingga pembangunan peradaban. Ia meyakini, masjid dan meunasah yang makmur dapat mendukung kehidupan gampong yang harmonis, memperkuat kebersamaan warga, serta menekan potensi konflik dan kriminalitas.

Bantuan untuk Dua Masjid

Pada Kamis (15/10/2026), Irwansyah menyerahkan bantuan perangkat pengeras suara untuk dua masjid, yakni Masjid Al Hasanah di Gampong Geuceu Komplek, Kecamatan Banda Raya, dan Masjid Al Falah di Gampong Neusu Jaya, Kecamatan Baiturrahman.

Penyerahan pertama dilakukan setelah salat Asar di Masjid Al Hasanah Geuceu Komplek. Bantuan yang disalurkan melalui program Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh itu diterima Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Hasanah, Abdullah, SE, sebagai perwakilan penerima hibah.

Irwansyah mengatakan, bantuan tersebut merupakan tindak lanjut komunikasi dengan aparatur gampong sejak 2025. Namun, realisasinya baru dapat dianggarkan pada 2026 setelah melalui proses penganggaran dan pertimbangan teknis.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan rencana pengaspalan Jalan Residen Danubroto pada 2027. Menurutnya, masih banyak ruas jalan di Banda Aceh yang membutuhkan perbaikan. Namun, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan prioritas pembangunan dan kemampuan anggaran pemerintah.

Ia berharap perangkat pengeras suara yang diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung berbagai kegiatan Masjid Al Hasanah, mulai dari salat berjamaah, dalail khairat, zikir, hingga kegiatan keagamaan lainnya.

Setelah salat Magrib, Irwansyah bersama Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Alimsyah, menyerahkan bantuan serupa kepada Masjid Al Falah Neusu Jaya. Bantuan diterima keuchik dan pengurus BKM Al Falah dengan disaksikan para jamaah.

Irwansyah mengaku menerima usulan bantuan tersebut dari keuchik setempat berdasarkan aspirasi warga yang membutuhkan perangkat pengeras suara baru untuk menunjang kenyamanan beribadah.

“Neusu Jaya ini kampung kedua saya, karena rumah dinas yang sekarang saya tempati berada di gampong ini,” ungkapnya.

DSI Apresiasi Sinergi Legislatif dan Eksekutif

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Alimsyah, S.Pd., M.S., mengapresiasi respons Ketua DPRK Banda Aceh dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat, termasuk kebutuhan fasilitas masjid di Geuceu Komplek dan Neusu Jaya.

Menurutnya, sinergi legislatif dan eksekutif diperlukan untuk memperkuat pelaksanaan program keagamaan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Dinas Syariat Islam terus berupaya memberikan sosialisasi dan pembinaan keagamaan sesuai dengan visi dan misi Wali Kota Banda Aceh, khususnya dalam mengembalikan ukhuwah Islamiah. Pageu Gampong juga menjadi bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan syariat Islam di tengah masyarakat,” kata Alimsyah.

Ia berharap kolaborasi Pemerintah Kota Banda Aceh dan DPRK dapat memaksimalkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, termasuk memperkuat kehidupan keagamaan di tingkat gampong. []

Exit mobile version