ACEHFOOTBALL.net — Mahasiswa Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU) UIN Ar-Raniry Banda Aceh didorong tidak hanya menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi juga menciptakan peluang usaha di industri haji dan umrah.
Dorongan itu disampaikan Tenaga Ahli Menteri Agama, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, Lc., M.H., dalam kuliah umum yang diselenggarakan Prodi MHU Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry di ruang rapat lantai II Biro Rektorat, Selasa (13/10/2026).
Bunyamin mengatakan, industri haji dan umrah membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami tata cara ibadah, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, mengorganisasi tim, dan memberikan pelayanan profesional.
Menurut dia, mahasiswa MHU memiliki peluang berkarier sekaligus berwirausaha di berbagai bidang, mulai dari biro perjalanan, pemandu wisata, pembimbing ibadah, hingga layanan pendukung penyelenggaraan haji dan umrah.
Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kompetensi, kedisiplinan, penampilan profesional, serta kemampuan mengelola keuangan. Keterampilan itu penting untuk membangun kepercayaan pelanggan dan meningkatkan daya saing.
Bunyamin juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terhambat oleh anggapan bahwa usaha harus dimulai dengan modal besar, ketakutan terhadap kerugian, atau kebiasaan menunggu kesempatan yang dianggap sempurna.
Ia mendorong mahasiswa berani mencoba, berinovasi, dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara produktif. Dengan cara itu, mahasiswa tidak hanya bergantung pada lowongan kerja, tetapi juga berpeluang membuka lapangan usaha.
Selain kemampuan bisnis, Bunyamin menekankan pentingnya nilai spiritual dalam menjalankan usaha. Menurut dia, keberhasilan kewirausahaan tidak semata-mata diukur dari keuntungan finansial, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat, karyawan, mitra, dan lingkungan.
Prinsip tersebut perlu diwujudkan melalui etika, integritas, kepedulian sosial, dan pelayanan yang baik. Nilai spiritual juga dapat menjadi landasan untuk menghadapi tekanan, krisis, dan kegagalan dalam menjalankan usaha.
Ia menjelaskan, industri haji dan umrah memiliki cakupan luas, termasuk biro perjalanan, perhotelan, penerbangan, penjualan tiket, katering, pengelolaan jemaah, serta layanan administrasi penyelenggaraan ibadah. Beragam bidang itu dapat menjadi pilihan karier maupun peluang usaha bagi lulusan MHU.
Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., mengatakan kuliah umum tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dari praktisi yang berkecimpung dalam pengelolaan haji dan umrah.
Ia menyebutkan, Prodi MHU menjadi salah satu program studi yang diminati calon mahasiswa di UIN Ar-Raniry. Tingginya minat tersebut, menurut Mujiburrahman, terlihat dari persaingan dalam proses penerimaan mahasiswa baru.
“ Tingginya animo calon mahasiswa terlihat dari ketatnya persaingan pada jalur seleksi, di mana banyak calon mahasiswa yang kembali mendaftar melalui jalur seleksi mandiri lokal setelah sebelumnya dinyatakan lulus di program studi lain,” kata Mujiburrahman.
Ia meminta mahasiswa memanfaatkan kesempatan belajar untuk memperkuat kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional. Lulusan MHU, katanya, diharapkan mampu mengambil peluang kerja di industri haji dan umrah sekaligus mengembangkan usaha secara mandiri.






