Berita  

Dewan Soroti Jalan Nasional Rusak dan Banjir Berulang di Agara

Anggota DPRK Aceh Tenggara Marwan Husni | Foto via waspada.id © Hak cipta foto diatas dikembalikan sepenuhnya kepada pemilik foto.

DONYAPOST, Kutacane — Anggota DPRK Aceh Tenggara dari Fraksi PAN, H. Marwan Husni, S.Sos., mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera memperbaiki kerusakan jalan nasional di wilayah itu.

Ia juga meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) menangani banjir yang berulang di kawasan Jalan Nasional Kuning dan Jembatan Kuning, Kecamatan Bambel.

Menurut Marwan, setiap hujan turun, kawasan tersebut kerap terendam banjir. Kondisi itu dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan membutuhkan penanganan permanen, bukan sekadar perbaikan sementara.

Hal itu disampaikan Marwan seperti dilansir Waspada.id, Selasa (13/10/2026). Ia turut menyoroti kondisi Jalan Lintas Nasional Kutacane–Gayo Lues dan Kutacane–Medan yang disebut banyak berlubang dan bergelombang.

“Jalan nasional sangat vital bagi aktivitas perekonomian, terutama untuk pengangkutan komoditas pangan dari Aceh Tenggara ke Sumatera Utara maupun sebaliknya,” ujar Marwan.

Ia menduga kerusakan jalan dipicu saluran air atau parit yang tersumbat. Akibatnya, air hujan menggenangi badan jalan dan meresap ke lapisan bawah sehingga konstruksi jalan menjadi tidak stabil. Kondisi tersebut, katanya, diperparah oleh kendaraan berat yang melintas.

Marwan juga menyoroti kondisi jalan nasional di pusat Kota Kutacane yang bergelombang. Ia menduga pekerjaan perbaikan atau patching sebelumnya tidak dilakukan secara optimal.

“Parahnya lagi, jalan nasional di pusat Kota Kutacane juga bergelombang karena perbaikan atau patching diduga asal jadi,” katanya.

Ia berharap pemerintah pusat memberi perhatian serius terhadap kerusakan jalan nasional di Aceh Tenggara. Menurutnya, perbaikan jalan dan penanganan banjir diperlukan untuk menjaga kelancaran transportasi serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Sementara itu, PPK 3.5 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Kementerian PU, Jaya, belum berhasil dikonfirmasi. Saat dihubungi, telepon selulernya tidak aktif. [wspid]