UTU Peringkat Kedua Nasional Penerima Pendanaan Program Mahasiswa Berdampak 2026

DONYAPOST, Meulaboh — Universitas Teuku Umar (UTU) menempati peringkat kedua nasional sebagai perguruan tinggi penerima pendanaan terbanyak dalam Program Aksara Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2026.

Sebanyak 10 tim dosen UTU memperoleh pendanaan untuk menjalankan program pengabdian kepada masyarakat di Aceh Barat, Nagan Raya, dan Bener Meriah.

Kepastian pendanaan tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak program di Auditorium Graha Diktisaintek, Gedung D Lantai 2, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

Kegiatan itu diselenggarakan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), serta dihadiri pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTU.

Program yang diusulkan tim dosen UTU menyasar sejumlah kebutuhan masyarakat, mulai dari pemulihan ekonomi pascabencana, penyediaan fasilitas air bersih, penanganan stunting, hingga penerapan teknologi tepat guna.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., mengatakan Program Mahasiswa Berdampak dirancang untuk memperkuat keterhubungan perguruan tinggi dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Program Mahasiswa Berdampak hadir untuk memastikan pendidikan tinggi menghasilkan insan muda yang memiliki kepekaan sosial, kepemimpinan, dan kemampuan berkolaborasi dalam menjawab persoalan nyata,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat dapat menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan berkelanjutan.

Menanggapi capaian tersebut, Prof. Nyak Amir menegaskan bahwa keberhasilan memperoleh pendanaan harus diikuti pelaksanaan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Capaian ini bukan sekadar peringkat nasional, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Dana ini harus segera terwujud dalam bentuk solusi nyata bagi warga desa sasaran,” kata Prof. Nyak Amir.

Kepala LPPM UTU, Ir. Yuliatul Muslimah, MP., menyatakan pihaknya akan mengawal pelaksanaan seluruh program agar berjalan sesuai sasaran.

“Kami bertugas memastikan integrasi antara kepakaran dosen dan energi mahasiswa berjalan optimal di lapangan. Seluruh program akan dikawal agar tepat sasaran dan berdampak langsung bagi penerima manfaat,” ujarnya.

Salah satu program yang disiapkan adalah kegiatan pengabdian Herri Darsan di kawasan terdampak bencana. Program tersebut direncanakan menyasar penyediaan air bersih di hunian sementara (huntara) Bintang Pepara sekaligus mendukung pemulihan ekonomi petani kopi.

“Inovasi yang dikembangkan mahasiswa akan kami boyong langsung ke lokasi huntara Bintang Pepara untuk menyediakan air bersih dan memulihkan ekonomi petani kopi. Kami ingin kehadiran tim UTU benar-benar meringankan beban warga dan mempercepat pemulihan lokal,” kata Herri Darsan.

Melalui pendanaan tersebut, UTU diharapkan dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam penanganan persoalan masyarakat melalui kolaborasi dosen, mahasiswa, dan warga di daerah sasaran.