Indeks
Berita  

150 Peneliti Keperawatan Dunia Bahas Inovasi Digital di Sabang

DONYAPOST, Sabang — Sedikitnya 150 akademisi, peneliti, dan praktisi kesehatan dari dalam dan luar negeri menghadiri The 9th Aceh International Nursing Conference (AINC) 2026 di Kota Sabang, 9–10 Oktober 2026.

Konferensi internasional yang diinisiasi Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (USK) ini membahas pemanfaatan inovasi digital dan penguatan jejaring global untuk meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat.

Mengusung tema Advancing Sociotechnopreneurship in Nursing: Leveraging Digital Innovation and Global Networks for Community Health Resilience, konferensi dua tahunan tersebut berfokus pada pengembangan inovasi digital dan sociotechnopreneurship dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan.

Pembukaan AINC ke-9 berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Sabang, Jumat (9/10/2026), ditandai dengan pemukulan gong dan gendang oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sabang bersama pimpinan universitas dan fakultas.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan USK, Dr. Fairuzzabadi, S.E., M.Sc., mengapresiasi penyelenggaraan forum internasional tersebut di Sabang. Menurutnya, kegiatan ini menjadi upaya memperluas dampak akademik USK hingga ke daerah.

Dekan Fakultas Keperawatan USK, Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., M.S., mengatakan AINC dirancang untuk merespons tantangan pelayanan kesehatan di tengah pesatnya transformasi digital.

“Penyelenggaraan konferensi ini merupakan salah satu upaya untuk memperkuat peran Fakultas Keperawatan USK dalam membangun jejaring akademik dan profesional di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Tahlil.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menjawab dinamika kebutuhan pelayanan kesehatan.

“Keterlibatan institusi pendidikan, pemerintah daerah, organisasi profesi, serta fasilitas pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi untuk menghadapi tantangan kesehatan masyarakat,” katanya.

Pada hari pertama, konferensi menghadirkan Asst. Prof. Dr. Rohani Jeharsae dari Prince of Songkla University, Thailand; Prof. Dr. Ns. Ardia Putra, MNS., dari USK; serta Dr. Azlina Yusuf dari Universiti Sains Malaysia yang bergabung secara daring.

Para pembicara membahas adaptasi profesi keperawatan dalam menghadapi era BANI (Brittle, Anxious, Nonlinear, and Incomprehensible), serta pemanfaatan teknologi untuk mencegah kekerasan di lingkungan kerja dan mendukung pelayanan kanker.

Pada hari kedua, Sabtu (10/10/2026), kegiatan berlanjut di Gedung BPKS Sabang dengan menghadirkan Suwarni, SKM., MPH., dari Akper Ibnu Sina Sabang; Deblina Roy, Ph.D., dari King George’s Medical University, India; serta Prof. Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., dari USK.

Exit mobile version