Indeks

Mahasiswa Biosains Hewan UTU Pelajari Ekosistem Mangrove di Aceh Jaya

DONYAPOST, Aceh Jaya – Mahasiswa angkatan pertama Program Studi Biosains Hewan, Fakultas Pertanian, Universitas Teuku Umar (UTU), mempelajari ekosistem pesisir secara langsung di Aceh Jaya Mangrove Institute (AMI), Kamis (8/10/2026).

Kegiatan ini dirangkai dengan penandatanganan surat perjanjian kerja sama (SPK) untuk mendukung pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang sumber daya fauna tropis.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mata kuliah Pengantar Biosains Hewan. Melalui kegiatan lapangan, mahasiswa diajak menghubungkan materi perkuliahan dengan kondisi nyata, terutama interaksi antara fauna, vegetasi mangrove, dan aktivitas masyarakat pesisir.

Dosen pengampu mata kuliah, M. Farhan Putra Emil, M.Si., dan Zahra Rodliyatam Mardliyah, M.Si., mendampingi mahasiswa mengamati vegetasi mangrove dan keanekaragaman fauna pesisir di kawasan ekowisata mangrove Aceh Jaya.

Rombongan kemudian mengunjungi nurseri AMI untuk mempelajari teknik pembibitan dan tahapan penyemaian mangrove.

Direktur AMI, Abdul Hadi, S.Pd., memimpin diskusi mengenai dinamika konservasi dan pemanfaatan kawasan secara berkelanjutan. Pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Aceh itu juga mendampingi rombongan mengelilingi kawasan wisata Ujong Krueng.

“Kawasan mangrove ini berfungsi sebagai laboratorium alami. Kolaborasi dengan perguruan tinggi menghubungkan teori akademis dengan praktik nyata pengelolaan sumber daya alam,” ujar Abdul Hadi.

Setelah kegiatan lapangan, rombongan mengikuti sarasehan yang dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen kerja sama. Kegiatan kemudian ditutup dengan makan siang bersama di pesisir Pantai Ujong Pusong.

Ketua Jurusan Biosains Hewan UTU, Fajar Okta Widarta, M.Pd., mengatakan interaksi langsung dengan ekosistem menjadi bekal penting bagi mahasiswa sekaligus membuka peluang pengembangan riset dan program konservasi bersama.

“Kerja sama ini memperluas ruang belajar mahasiswa. Pengalaman langsung di habitat fauna tropis menjadi modal penting dalam menyiapkan lulusan yang paham cara mengelola ekosistem secara berkelanjutan,” kata Fajar. []

Exit mobile version