DONYAPOST, Banda Aceh — Lima peneliti Universitas Syiah Kuala (USK) kembali masuk dalam daftar 2% ilmuwan terbaik dunia berdasarkan pemeringkatan yang dirilis Elsevier bekerja sama dengan Universitas Stanford pada 2026.
Kelima peneliti tersebut berasal dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Fakultas Teknik, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Capaian ini memperkuat rekam jejak peneliti USK dalam pemeringkatan ilmuwan tingkat internasional.
Peneliti Fakultas Kedokteran, dr. Harapan, DTM&H., M.Infect.Dis., Ph.D., menempati peringkat 488 dunia pada bidang General & Internal Medicine.
Dari Fakultas Kelautan dan Perikanan, Prof. Dr. Ir. Muchlisin Z.A., S.Pi., M.Sc., berada di peringkat 536 dunia pada bidang Fisheries.
Dua peneliti Fakultas Teknik juga masuk dalam daftar tersebut. Prof. Dr. M. Faisal, S.T., M.Eng., menempati peringkat 1.366 dunia pada bidang General Chemistry, sedangkan Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN.Eng., berada di peringkat 2.309 dunia pada bidang Polymers.
Sementara itu, peneliti FMIPA, Prof. Dr. rer. nat. Rinaldi Idroes, menempati peringkat 4.085 dunia pada bidang Mechanical Engineering & Transports.
Pemeringkatan yang diterbitkan setiap tahun oleh Elsevier dan Universitas Stanford tersebut menggunakan sejumlah indikator untuk menilai kontribusi ilmiah peneliti. Indikatornya antara lain sitasi terstandarisasi, indeks H (H-index), jumlah sitasi keseluruhan, serta dampak publikasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., mengapresiasi capaian lima peneliti tersebut. Menurutnya, prestasi itu menunjukkan perkembangan visibilitas riset USK di tingkat internasional.
USK tercatat konsisten mengirimkan penelitinya ke dalam daftar tersebut sejak 2020. Jumlah peneliti yang masuk kategori Single-Year meningkat dari satu orang pada 2020 menjadi lima orang pada 2026.
“Alhamdulillah, capaian ini setidaknya menjelaskan perkembangan visibilitas riset USK di tingkat global. Ini adalah kebanggaan kita bersama,” ujar Mirza.
Ia berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika, terutama para peneliti, untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas penelitian.
Menurut Mirza, pengakuan terhadap lima peneliti USK turut mendukung penguatan reputasi riset universitas di tingkat global. Hal itu sejalan dengan hasil pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027, yang menempatkan USK dalam enam besar perguruan tinggi di Indonesia pada kategori Pilar Kualitas Riset.
“Pencapaian ini diharapkan semakin memotivasi peneliti USK untuk terus menghasilkan riset berkualitas yang berdampak nyata bagi masyarakat, pembangunan daerah, dan kemajuan ilmu pengetahuan di tingkat global,” katanya. []






