DONYAPOST, Banda Aceh — Anggota DPRK Banda Aceh, H. Iskandar Mahmud, S.H., mengajak masyarakat memperkuat kepedulian sosial dan ketaatan beragama menyikapi sejumlah persoalan sosial di ibu kota Provinsi Aceh.
Mulai dari dugaan eksploitasi lansia untuk mengemis hingga ancaman HIV/AIDS di kalangan generasi muda, ia menilai perlu keterlibatan bersama untuk melindungi kelompok rentan dan memperkuat ketahanan keluarga.
Iskandar mengatakan, penerapan syariat Islam secara kaffah tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran menjalankan ajaran agama, menjaga keluarga, dan peduli terhadap sesama harus tumbuh di tengah masyarakat hingga tingkat gampong.
“Fenomena sosial ini harus menjadi bahan refleksi mendalam bagi kita semua. Ketika ada kakek atau nenek yang diduga dieksploitasi untuk mengemis, atau ketika remaja kita terancam oleh bahaya HIV/AIDS akibat pergaulan bebas, di situlah iman dan kepedulian kita diuji.”
“Saya mengajak seluruh warga Banda Aceh untuk taat menjalankan perintah agama, menjaga keluarga masing-masing, dan menjadikan syariat Islam sebagai fondasi utama dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Iskandar kepada donyapost.com, Rabu (30/9/2026).
Terkait video viral dugaan eksploitasi lansia, Iskandar mendukung desakan Komisi I DPRK agar Pemerintah Kota Banda Aceh segera menelusuri kebenaran informasi tersebut secara objektif dan humanis.
Menurutnya, dugaan pemanfaatan lansia demi keuntungan ekonomi harus ditangani secara serius dengan mengutamakan perlindungan terhadap korban. Ia menegaskan, memuliakan orang tua merupakan bagian dari nilai kemanusiaan sekaligus ajaran Islam.
Sementara itu, mengenai ancaman HIV/AIDS di kalangan generasi muda, Iskandar menilai penguatan pendidikan agama dan pendampingan keluarga perlu berjalan seiring dengan edukasi kesehatan yang tepat.
Ia mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kuta Alam dan Lampulo yang membekali kader remaja putri sebagai edukator sebaya. Menurutnya, upaya tersebut perlu diperkuat dengan edukasi berkelanjutan, lingkungan pergaulan yang sehat, serta pendampingan bagi generasi muda.
Iskandar juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendiskriminasi orang dengan HIV (ODHIV) atau menghambat mereka mendapatkan layanan kesehatan. Dukungan sosial, katanya, penting agar mereka tetap mengakses pengobatan dan menjalani kehidupan secara bermartabat.
Di sisi lain, ia mengajak keluarga dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA), serta penggunaan rokok dan vape di kalangan remaja.
Iskandar berharap penguatan nilai agama, edukasi kesehatan, perlindungan kelompok rentan, dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan.
Dengan keterlibatan keluarga, masyarakat, dan pemerintah, Banda Aceh diharapkan mampu membangun lingkungan yang lebih aman, sehat, dan sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam. []
