Indeks
Berita  

Pedagang Tolak Jalan Pante Kulu Ditutup, DPRK Minta Pemko Cari Solusi

DONYAPOST, Banda Aceh — Sejumlah pedagang di Jalan Teungku Chik Pante Kulu, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, menolak rencana penataan kawasan yang berpotensi menjadikan ruas jalan tersebut sebagai kawasan kuliner sekaligus menutup akses kendaraan roda dua dan roda empat.

Aspirasi itu disampaikan para pedagang saat melakukan audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Selasa (29/9/2026). Mereka diterima langsung Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST didampingi Ketua Komisi II Zidan Al Hafidh, S.Ked.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Bachtiar S.Sos., M.Si., perwakilan Dinas PUPR, Satpol PP, Dishub Kota Banda Aceh serta Camat Baiturrahman.

Perwakilan pedagang, Suriadi, mengatakan para pedagang tidak mempersoalkan upaya memperindah kawasan tersebut. Namun, mereka keberatan jika akses jalan ditutup dan dialihfungsikan menjadi tempat kuliner.

“Kami menolak keras, itu inti yang ingin kami sampaikan di sini. Jika itu dibuat tempat kuliner atau ditutup akses roda dua dan roda empat, sangat tidak bermanfaat bagi kami pedagang,” kata Suriadi.

Menurutnya, Jalan Teungku Chik Pante Kulu tetap dapat ditata dan diperindah karena berada di kawasan strategis pusat kota. Namun, penataan tersebut diharapkan tidak menghilangkan fungsi jalan dan akses menuju tempat usaha para pedagang.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bachtiar mengatakan Pemerintah Kota Banda Aceh akan mempertimbangkan kembali rencana pembangunan setelah menerima masukan dari para pedagang.

“Pembangunan tersebut diperuntukkan untuk masyarakat, khususnya para pedagang. Namun demikian, jika ada yang keberatan akan kami pertimbangkan kembali. Kami akan duduk kembali dengan Sekda Kota karena hal ini tidak bisa diambil keputusan sendiri,” ujarnya.

Bachtiar menjelaskan, penataan kawasan sebelumnya dirancang untuk memperbaiki kondisi lingkungan sekaligus mengurangi potensi persinggungan antara pedagang kaki lima dan pedagang toko. Kawasan yang sebelumnya dinilai kumuh juga diharapkan menjadi lebih tertata dan menarik pengunjung.

Sementara itu, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah meminta Pemko menyikapi aspirasi pedagang secara bijaksana. Menurutnya, pembangunan dan upaya mempercantik kota harus tetap memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para pedagang yang menggantungkan usaha di kawasan tersebut.

“Kami meminta Pemko menyikapi dengan sebijak mungkin. Ada beberapa masukan bagaimana pembangunan yang kita lakukan, upaya kita mempercantik Kota Banda Aceh jangan justru kemudian menjadi mudharat bagi para pedagang kita,” ujar Irwansyah.

Ia berharap pemerintah dapat mencari formula penataan yang tetap memperindah kawasan tanpa mengorbankan akses dan aktivitas ekonomi para pedagang. []

Exit mobile version