Indeks
Berita  

Kembali dari Berobat di Malaysia, Wali Nanggroe Aceh Dipeusijuek

DONYAPOST, Banda Aceh — Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, disambut prosesi peusijuek setelah kembali dari Penang, Malaysia, Rabu (30/9/2026).

Prosesi tersebut berlangsung di Meuligoe Wali Nanggroe dan dihadiri Majelis Syura Lembaga Wali Nanggroe, Katibul Wali, serta jajaran struktural Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe Aceh.

Peusijuek dilakukan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh, Prof. Dr. Drs. Yusri Yusuf, M.Pd., bersama Ketua Majelis Tuha Peuet Lembaga Wali Nanggroe, Tgk. H. Azhari Alatif (Abati Seulimum), dan Ketua Majelis Fatwa Lembaga Wali Nanggroe, Tgk. Ir. H. Muhammad Isa Musa.

Kabag Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, mengatakan prosesi tersebut merupakan ungkapan syukur atas kesehatan dan kepulangan Wali Nanggroe ke Aceh.

“Prosesi ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya Aceh,” kata Zulfikar.

Wali Nanggroe mengaku terharu mengikuti prosesi tersebut. Menurutnya, peusijuek mengingatkan dirinya pada tradisi dan adat Aceh yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

“Prosesi peusijuek ini membuat saya terharu. Tradisi ini mengingatkan saya pada adat Aceh pada masa lalu. Oleh karenanya, lestarikan budaya dan adat istiadat ini hingga menjadi warisan untuk anak cucu kita,” ujar Malik Mahmud.

Sementara itu, Ketua MAA Aceh, Yusri Yusuf, mengatakan peusijuek merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kesehatan yang diberikan kepada Wali Nanggroe sehingga dapat kembali ke Aceh dan berkumpul di Meuligoe Wali Nanggroe.

“Alhamdulillah, acara hari ini merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT atas kesehatan yang diberikan kepada Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe dan beliau dapat kembali ke tanah air, kembali ke Meuligoe,” kata Yusri.

Ia mengatakan pelaksanaan peusijuek sekaligus menjadi bagian dari upaya merawat dan mempertahankan adat serta budaya Aceh.

Menurut Yusri, Wali Nanggroe menyambut baik prosesi tersebut sebagai bentuk perhatian dan komitmen bersama dalam menjaga adat dan budaya Aceh.

“Ini merupakan bagian daripada tugas dan tanggung jawab Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe. Saya kira Wali juga merasa sangat senang, bersyukur dan berbahagia karena kita semua berkomitmen menjaga adat dan budaya kita,” ujarnya. []

Exit mobile version