DONYAPOST, Aceh Singkil — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Singkil melatih 150 guru, pustakawan, tenaga perpustakaan, dan pegiat literasi untuk meningkatkan kemampuan mengelola informasi secara benar, akurat, dan beretika.
Pelatihan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi itu berlangsung selama tiga hari, 23–25 September 2026, di Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Singkil. Peserta mengikuti kegiatan secara bertahap.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Singkil, Suyatno, mengatakan bimtek tersebut membekali peserta dengan kemampuan mencari, mengolah, menilai, dan menyampaikan informasi secara tepat.
“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat memperkuat kapasitas para pustakawan, tenaga perpustakaan, guru, serta pegiat literasi agar mampu mengelola informasi dengan benar, akurat, dan beretika,” kata Suyatno saat membuka kegiatan, Rabu (23/9/2026).
Pada hari pertama, sebanyak 50 guru dan tenaga pengajar mengikuti bimtek. Peserta dari kalangan pustakawan, tenaga perpustakaan, dan pegiat literasi mengikuti pelatihan pada dua hari berikutnya.
Suyatno berharap peningkatan kapasitas tersebut dapat diterapkan peserta di lingkungan masing-masing, mulai dari sekolah, perpustakaan, pemerintahan, hingga masyarakat.
“Kita berharap kegiatan ini dapat membentuk agen-agen literasi yang inovatif, kreatif, dan inspiratif di lingkungan di mana kita berada,” ujarnya.
Menurut Suyatno, penguatan literasi perlu didukung jejaring antara sekolah, lembaga perpustakaan, dan masyarakat.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Singkil, kata dia, akan mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi lintas sektor.
Program tersebut juga diarahkan untuk membangun kemampuan literasi yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
Dalam bimtek tersebut, peserta menerima materi tentang konsep dasar literasi informasi, kebutuhan dan penelusuran informasi, sumber informasi, analisis dan sintesis, evaluasi, serta penyajian atau diseminasi informasi.
Kegiatan yang dipandu reporter RRI Aceh Singkil, Shalihin Barus, itu menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Dosen Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh sekaligus Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia Aceh, Nazaruddin, M.LIS., Ph.D.; Dosen Prodi Ilmu Perpustakaan T. Mulkan Safri, M.IP.; serta Direktur Aceh Library Consultant (ALC), Arkin, S.IP. []Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Singkil melatih 150 guru, pustakawan, tenaga perpustakaan, dan pegiat literasi untuk meningkatkan kemampuan mengelola informasi secara benar, akurat, dan beretika.
