UTU Sabet Juara 1 PTN Satker UI GreenMetric 2026

Foto Utama - 1

DONYAPOST, Yogyakarta Universitas Teuku Umar (UTU) meraih Juara 1 kategori Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Satuan Kerja (Satker) pada UI GreenMetric World University Rankings 2026.

UTU juga menembus 20 besar nasional dengan menempati peringkat ke-20, naik satu posisi dari peringkat ke-21 tahun sebelumnya.

Penghargaan tersebut diterima langsung Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., di Grha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (15/9/2026).

Dalam ajang pemeringkatan kampus berbasis pengelolaan lingkungan berkelanjutan itu, UTU meraih tiga penghargaan. Ketiganya yakni Juara 1 PTN Satker, Predikat Trees Rating 4, dan Top 20 Pemeringkatan Umum Nasional UI GreenMetric Indonesia 2026.

Prof. Nyak Amir mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja seluruh sivitas akademika dan Tim Satgas UI GreenMetric UTU.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan rasa syukur atas capaian ini. Penghargaan ini menjadi buah dari kerja keras seluruh sivitas akademika UTU untuk menjadikan UTU sebagai kampus hijau berkelanjutan di tingkat global,” ujar Nyak Amir.

Menurutnya, capaian tersebut turut mendorong pembenahan tata kelola lingkungan di lingkungan kampus Meulaboh. Hasil penilaian menjadi pijakan untuk memperluas area hijau, menekan emisi, dan meningkatkan efisiensi energi.

Nyak Amir mengatakan indikator UI GreenMetric tahun ini semakin kompleks. Penilaian mencakup tujuh kriteria utama, yakni infrastruktur, energi dan perubahan iklim, pengelolaan sampah, air, transportasi, pendidikan dan penelitian, serta tata kelola dan digitalisasi.

Bagi perguruan tinggi, hasil UI GreenMetric menjadi gambaran kinerja pengelolaan kampus dari perspektif keberlanjutan. Data indikator juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi perkembangan pengelolaan lingkungan dari tahun ke tahun.

Di lingkungan UTU, sejumlah praktik keberlanjutan diterapkan dalam aktivitas kampus. Upaya tersebut mencakup efisiensi penggunaan energi listrik, pengurangan sampah plastik, pengelolaan limbah, transportasi ramah lingkungan, serta peningkatan riset bertema keberlanjutan.

Nyak Amir menyebut hasil pemeringkatan tersebut menjadi tolok ukur penerapan praktik keberlanjutan dalam aktivitas pendidikan dan pengelolaan universitas. Indikator penilaian juga menjadi dasar untuk mengidentifikasi aspek lingkungan yang masih perlu dibenahi.

“Setelah ini UTU akan mengarahkan perhatian pada pengembangan sistem pengolahan limbah mandiri, perluasan ruang terbuka hijau, serta penguatan materi pembelajaran yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan,” katanya.

Ia menambahkan, pengelolaan keberlanjutan akan menjadi bagian dari aktivitas kampus, mulai dari penghematan energi hingga kegiatan akademik yang menghasilkan riset dan inovasi untuk keberlanjutan. []