DONYAPOST, Banda Aceh — Sedikitnya 509 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh resmi menyandang gelar sarjana setelah mengikuti yudisium Gelombang III Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Prof Ali Hasjmy, Selasa (15/9/2026).
Dari jumlah tersebut, 408 mahasiswa menyelesaikan pendidikan sarjana dalam delapan semester. Sebanyak 284 lulusan lainnya meraih predikat cumlaude.
Dekan FTK UIN Ar-Raniry, Prof Safrul Muluk PhD, mengingatkan para lulusan bahwa yudisium bukan akhir dari proses belajar. Setelah menyandang gelar sarjana, mereka akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama di tengah perkembangan teknologi dan dinamika dunia kerja.
Safrul meminta lulusan terus mengembangkan kemampuan akademik, komunikasi, berpikir kritis, kreativitas, serta kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak.
Menurutnya, menghadapi perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak cukup hanya dengan menguasai teknologi. Kemampuan manusia, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual tetap menjadi bagian penting, terutama bagi lulusan yang akan terjun ke dunia pendidikan.
“Jadilah teladan di mana pun kalian berada. Jaga nama baik almamater, tetaplah berakhlak mulia, dan jangan pernah tinggalkan salat,” pesan Safrul kepada para lulusan.
Sebagai calon pendidik, kata Safrul, para lulusan dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan peran sebagai pembimbing sekaligus teladan bagi peserta didik.
Sementara itu, Wakil Dekan I FTK UIN Ar-Raniry, Prof Dr Ismail Muhammad MAg, mengatakan 509 lulusan tersebut berasal dari 13 program studi. Mereka terdiri atas 114 laki-laki dan 395 perempuan.
Program Studi Pendidikan Agama Islam menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 98 mahasiswa. Berikutnya Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 87 mahasiswa dan Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 77 mahasiswa.
Sebanyak 191 lulusan juga menyelesaikan tugas akhir dalam bentuk artikel ilmiah. Hingga kini, FTK UIN Ar-Raniry telah menghasilkan sekitar 26.858 lulusan selama 63 tahun berdiri.
Dalam yudisium tersebut, Senior Lecturer Flinders University, Australia, Dr Zamzami Zainuddin MA, menyampaikan orasi ilmiah bertema “Belajar Beradaptasi dan Berkarier di Era Digital dan AI.”
Zamzami menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi di tengah perubahan teknologi digital dan AI. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi perlu terus belajar dan meningkatkan kompetensi agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk membangun karier.
Bagi lulusan bidang pendidikan, kemampuan tersebut menjadi semakin penting. Guru masa depan tidak hanya dituntut menguasai bidang keilmuan, tetapi juga memahami teknologi dan menggunakannya untuk mendukung proses pembelajaran secara kreatif, efektif, dan bertanggung jawab. []






