Indeks
Berita  

Aceh Timur Canangkan Gerakan Guru Menanam 10.000 Pohon

DONYAPOST, Banda Aceh — Peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) 2026 di Kabupaten Aceh Timur tidak hanya menjadi momentum penghormatan terhadap dunia pendidikan. Tahun ini, peringatan tersebut ditandai dengan pencanangan Gerakan Guru Menanam 10.000 Pohon.

Gerakan yang dipusatkan di Lapangan Benteng, Kecamatan Ranto Peureulak, Rabu (2/9/2026), itu mengusung subgerakan “Satu Guru, Satu Pohon”.

Pencanangan dilakukan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky melalui penanaman pohon secara simbolis bersama unsur pendidikan dan jajaran terkait.

Dalam amanatnya, Bupati mengatakan pemilihan Lapangan Benteng sebagai lokasi upacara memiliki makna tersendiri. Tempat tersebut menjadi salah satu saksi ketabahan masyarakat Aceh Timur menghadapi bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu pada 2025 lalu.

“Berdiri di tanah ini mengingatkan kita bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas yang nyaman. Pendidikan sejati juga lahir dari ujian alam, dari bagaimana kita bangkit dari ketakutan, merekonstruksi harapan dan memulihkan kehidupan,” ujar Bupati.

Menurutnya, momentum Hardikda harus menjadi pengingat bahwa pendidikan memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Ia menegaskan, pendidikan di Aceh Timur harus menjadi benteng moral, ilmu pengetahuan dan karakter yang melahirkan generasi tangguh serta memiliki kesadaran ekologis.

“Bencana hidrometeorologi yang pernah melanda wilayah kita adalah teguran sekaligus pelajaran berharga dari alam. Kita tidak boleh hanya menjadi saksi yang meratapi, tetapi harus menjadi bagian dari solusi,” katanya.

Guru Jadi Pelopor Penghijauan

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menjadikan sektor pendidikan sebagai salah satu kekuatan untuk mendorong gerakan penghijauan.

Melalui Gerakan Guru Menanam 10.000 Pohon, seluruh guru di Aceh Timur diharapkan menjadi pelopor dengan memulai gerakan “Satu Guru, Satu Pohon”.

“Jika seorang guru menanam satu pohon dan merawatnya hingga tumbuh rindang, maka guru tersebut tidak hanya menanam kayu dan daun, tetapi juga sedang menanam ilmu, kehidupan dan masa depan bagi murid-muridnya,” ujar Al-Farlaky.

Ia berharap keteladanan para guru dapat diikuti para siswa. Dengan begitu, gerakan tersebut berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat pendidikan untuk menghijaukan Aceh Timur.

Selain gerakan penghijauan, Hardikda 2026 juga menjadi momentum Pemerintah Kabupaten Aceh Timur memberikan apresiasi kepada para pelaku pendidikan yang telah mengukir prestasi.

Bupati menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah guru serta 29 siswa berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan, mulai tingkat SD hingga SMA. Mereka berhasil menorehkan prestasi pada tingkat provinsi hingga nasional.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terhadap dedikasi guru sekaligus prestasi peserta didik yang telah membawa nama baik daerah.

Di antara penerima penghargaan guru yang tercantum dalam daftar yakni Sri Mutia Nas, S.Pd, guru TK Negeri Pembina Nurussalam yang meraih Juara 3 Kepala Berprestasi Provinsi.

Kemudian Nina Wati, S.Pd, guru TK Negeri Pembina Darul Aman yang meraih Juara 3 Guru Berprestasi Provinsi. Ada pula Islahuddin, S.Pd., M.Pd, dari SMPN 2 Simpang Ulim atas prestasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat SMP.

Sementara itu, Sava Nazwa Aswat dari TKN Alue Teh menerima penghargaan atas prestasinya sebagai Juara 1 Putri Hijab Aceh.

Bupati berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi guru dan siswa lainnya untuk terus berprestasi.

“Prestasi yang diraih para guru dan siswa hari ini harus menjadi inspirasi bagi yang lain. Pemerintah daerah akan terus mendorong lahirnya generasi Aceh Timur yang berkarakter, berdaya saing dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” tukas Al-Farlaky. []

Exit mobile version