DONYAPOST, Banda Aceh – Atlet menembak asal Aceh, Sylva Flowrenda, kembali mengharumkan nama daerah di pentas nasional. Ia sukses merebut medali emas nomor Running Target Mixed Run Individu pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Indonesia Open 2026 yang berlangsung di Lapangan PB Perbakin, Senayan, Jakarta.
Prestasi tersebut menjadi tambahan catatan positif bagi cabang olahraga menembak Aceh sekaligus menunjukkan konsistensi Sylva dalam bersaing di level nasional.
Ketua Pengprov Perbakin Aceh, Brigjen TNI Hasandi Lubis, SIP, MM, M.Han, menyampaikan apresiasi kepada Sylva, pelatih, dan ofisial yang telah bekerja keras hingga mampu membawa pulang medali emas.
Menurut Hasandi, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari ketekunan, disiplin, serta mental bertanding yang terus dibangun melalui pembinaan.
“Capaian sukses para atlet Aceh di beberapa event kejurnas tahun ini adalah buah dari ketekunan dan spirit tinggi dalam bertanding. Kita berharap Perbakin Aceh dapat mempersembahkan medali emas di PON NTB/NTT tahun 2028,” kata Hasandi.
Ia menilai keikutsertaan pada Indonesia Open 2026 tidak semata-mata berorientasi pada perolehan medali. Ajang tersebut juga menjadi bagian penting dalam mengukur kesiapan mental dan kemampuan atlet Aceh menghadapi persaingan yang lebih ketat.
“Ini bukan hanya soal medali, tetapi soal mental, proses, dan pembuktian bahwa atlet Aceh mampu bersaing dengan atlet terbaik se-Indonesia. Ini bekal penting menuju PON mendatang,” ujar Hasandi.
Dalam kesempatan tersebut, Hasandi didampingi Ketua Harian Perbakin Aceh Tarmizi dan Pelatih Kepala Muzakir, SH.
Target Emas PON 2028
Ketua Harian Perbakin Aceh, Tarmizi, mengatakan prestasi Sylva menjadi motivasi bagi organisasi untuk terus memperkuat pembinaan atlet secara berjenjang.
Menurutnya, Perbakin Aceh berkomitmen menjaga kesinambungan prestasi dengan menyiapkan atlet sejak dini, sehingga tidak hanya mengandalkan satu atau dua nama dalam menghadapi kejuaraan nasional maupun multievent seperti PON.
“Kami berkomitmen terus melakukan pembinaan berjenjang agar prestasi ini bisa berkelanjutan dan melahirkan lebih banyak atlet berprestasi untuk Aceh dan Indonesia,” kata Tarmizi.
Ia menambahkan, Aceh memiliki fasilitas latihan menembak yang cukup representatif untuk mendukung proses pembinaan atlet. Bahkan, fasilitas tersebut pernah digunakan Pengurus Besar Perbakin dalam persiapan atlet menuju kejuaraan dunia menembak.
Dengan dukungan fasilitas, pembinaan atlet, serta pengalaman bertanding di berbagai kejurnas, Perbakin Aceh optimistis prestasi Sylva Flowrenda dan atlet-atlet lainnya dapat terus berkembang.
Medali emas Sylva di Indonesia Open 2026 pun menjadi sinyal positif bagi Aceh dalam menatap target yang lebih besar: mencetak prestasi terbaik pada PON 2028 di NTB dan NTT. []




