Indeks

KONI se-Aceh Dukung Pengambilalihan Pra PORA Voli

DONYAPOST, Banda Aceh — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten/kota se-Aceh menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan KONI Aceh mengambil alih pelaksanaan kualifikasi atau Pra PORA cabang olahraga bola voli menuju PORA XV di Aceh Jaya.

Dukungan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Utama Kantor KONI Aceh, Banda Aceh. Sejumlah perwakilan KONI kabupaten/kota yang hadir menilai langkah tersebut penting untuk memastikan atlet bola voli Aceh tetap memiliki kesempatan tampil pada PORA XV.

“Kami dari KONI Bireuen mendukung penuh kebijakan ini. Ini langkah yang tepat demi menyelamatkan atlet dan olahraga voli di Aceh,” kata Mukhlis dan Usdami dari KONI Bireuen, Senin (24/8/2026).

Dukungan serupa disampaikan perwakilan KONI kabupaten/kota lainnya, mulai dari Sinabang, Sabang, Aceh Tengah, Aceh Barat hingga Aceh Besar.

Ketua KONI Aceh Besar, Bahtiar, menilai bola voli memiliki basis massa yang besar di Aceh sehingga keberlangsungan kompetisinya perlu dijaga.

“Voli adalah olahraga rakyat di Aceh yang popularitasnya hanya sedikit di bawah sepak bola. Kita semua perlu menyelamatkannya. Kami bersedia mewujudkan dukungan itu hitam di atas putih sebagai legal standing,” kata Bahtiar yang disambut dukungan peserta rapat.

Rapat tersebut dipimpin Ketua Harian KONI Aceh Kennedi Husien, Sekretaris Umum Achyar, Wakil Ketua Umum I HT Rayuan Sukma, Wakil Ketua Umum II Bachtiar Hasan, serta jajaran pengurus KONI Aceh. Hadir pula Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana Pra PORA Voli Aceh.

Kennedi menjelaskan, pengambilalihan pelaksanaan Pra PORA Voli merupakan respons KONI Aceh terhadap aspirasi pegiat voli dan atlet di seluruh Aceh. Bola voli menjadi satu-satunya cabang olahraga PORA XV yang pelaksanaan Pra PORA-nya diambil alih KONI Aceh.

“Kami semata-mata menjawab aspirasi dari rekan-rekan pegiat voli se-Aceh serta kehendak tulus atlet untuk ikut meramaikan PORA ke-15 di Aceh Jaya. Selain itu, ada sumbatan komunikasi dengan pihak Pengprov PBVSI sehingga kegiatan Pra PORA ini tertunda beberapa kali,” ujar Kennedi.

Wakil Ketua Umum I KONI Aceh, HT Rayuan Sukma, mengatakan KONI Aceh telah berkoordinasi dengan Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) di Jakarta terkait keputusan tersebut.

Menurut Rayuan, pihak PP PBVSI memahami kondisi yang terjadi dan memberikan dukungan sepanjang pelaksanaan Pra PORA dilakukan untuk kepentingan pembinaan serta keberlangsungan olahraga voli Aceh.

“Kami telah bercerita apa adanya kepada pihak PP PBVSI. Intinya mereka setuju saja jika memang untuk kemaslahatan dunia voli di Aceh. Hanya saja mereka menitip pesan agar wasit yang memimpin pertandingan benar-benar kompeten dan kredibel,” kata Rayuan.

Dalam pertemuan dengan PP PBVSI tersebut, Rayuan didampingi H Musa Bintang yang masuk dalam struktur kepanitiaan Pra PORA Voli sebagai Wakil Ketua Panitia Pengarah.

Sementara itu, Sekum KONI Aceh Achyar mengungkapkan, pihaknya sebelumnya telah berulang kali berupaya memediasi persoalan yang terjadi di tubuh Pengprov PBVSI Aceh. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil sehingga pelaksanaan Pra PORA beberapa kali mengalami penundaan.

“Kita mengambil alih dengan banyak pertimbangan, termasuk dari sisi hukum, terutama terkait legalitas pendanaan. Untuk itu kami panggil teman-teman PBVSI kabupaten/kota untuk menyatukan langkah dan visi terhadap pengambilalihan ini,” ujar Achyar.

18 Kabupaten/Kota Siap Ikut

Ketua Panitia Pelaksana Pra PORA Voli, Saiful Hazainun, melaporkan sedikitnya 18 kabupaten/kota telah menyatakan kesiapan mengikuti ajang tersebut.

Pra PORA akan mempertandingkan nomor bola voli indoor putra dan putri serta bola voli pasir putra dan putri.

Sementara itu, tuan rumah Aceh Besar memastikan persiapan venue dan akomodasi terus dimatangkan. Plt Kadispora Aceh Besar, H Abdullah SSos, mengatakan pihaknya telah merampungkan empat lapangan yang akan digunakan untuk pertandingan.

Pra PORA Voli dijadwalkan berlangsung pada 7–14 September 2026. Lapangan voli indoor dan outdoor saat ini juga memasuki tahap penyelesaian akhir.

Untuk akomodasi, panitia menyiapkan sejumlah lokasi, yakni Wisma Atlet, Wisma PKK, Mess Bapelkes, dan Mess Disnaker Mobduk Aceh Besar. Selain itu, sejumlah rumah warga juga disiapkan sebagai alternatif tempat menginap.

“Kita siapkan penginapan untuk 396 orang atlet,” kata Abdullah. []

Exit mobile version