DONYAPOST, Pidie Jaya — Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah, SE melakukan safari silaturahmi ke sejumlah dayah di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen, Rabu (29/7/2026), sebagai upaya memperkuat hubungan Pemerintah Aceh dengan ulama serta lembaga pendidikan Islam.
Dalam kunjungan tersebut, Fadhlullah didampingi Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat, S.STP., M.Si.
Safari diawali dengan silaturahmi bersama Pimpinan Ma’had Aly Darul Munawarah Kuta Krueng, Dr. H. Anwar Usman, S.Pd.I., M.M. atau Abiya Kuta Krueng, di Kabupaten Pidie Jaya. Pertemuan berlangsung hangat dan menjadi ajang mempererat ukhuwah antara pemerintah dan ulama.
Selain bersilaturahmi, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai penguatan peran dayah dalam membina generasi muda agar memiliki akhlak mulia, wawasan keilmuan, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan Aceh.
Usai dari Pidie Jaya, Wakil Gubernur melanjutkan kunjungan ke Lembaga Pendidikan Islami (LPI) Dayah Tauthiatuth Thullab (DTB) di Gampong Arongan, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen. Kehadirannya disambut Pimpinan Dayah Tgk. H. Sofyan Mahdi atau Abon Arongan beserta para santri.
Di dayah tersebut, Fadhlullah menghadiri silaturahmi bersama keluarga besar dayah sekaligus pelepasan alumni Ikatan Alumni Dayah Arongan (IKADA) yang akan menunaikan ibadah umrah.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur mengapresiasi peran Dayah Tauthiatuth Thullab dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi bagi kemajuan Aceh.
Menurutnya, dayah merupakan pilar penting dalam menjaga syariat Islam, memperkuat pendidikan keagamaan, serta membentuk karakter generasi muda.
Selain menghadiri kegiatan tersebut, Fadhlullah juga meninjau sejumlah fasilitas pendidikan yang sedang dibangun di lingkungan dayah. Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pembangunan sarana dan prasarana yang diharapkan dapat menunjang peningkatan kualitas proses belajar mengajar.
Safari silaturahmi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Aceh untuk terus membangun komunikasi dan sinergi dengan para ulama serta pimpinan dayah sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.
Pemerintah Aceh berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat pendidikan dayah sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman []
