DONYAPOST, Jakarta — Keputusan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Agama RI, Prof Dr Nasaruddin Umar MA, dalam seremoni di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026).
Dengan penambahan tersebut, jumlah profesor di UIN Ar-Raniry kini mencapai 66 orang, meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun 2022 yang hanya berjumlah 22 guru besar.
Pada kesempatan yang sama, Kementerian Agama juga menyerahkan KMA kepada 119 guru besar dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di Indonesia.
Keenam dosen UIN Ar-Raniry tersebut memperoleh jabatan akademik Guru Besar dengan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Juli 2026.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg, mengatakan bertambahnya jumlah guru besar menunjukkan peningkatan kapasitas akademik dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.
“Alhamdulillah, dalam empat tahun terakhir jumlah guru besar UIN Ar-Raniry meningkat dari 22 orang pada 2022 menjadi 66 orang pada 2026. Capaian ini menunjukkan budaya akademik dan produktivitas dosen terus berkembang,” ujarnya.
Menurut Mujiburrahman, peningkatan juga terjadi pada jumlah dosen bergelar doktor. Jika pada 2022 terdapat 188 dosen bergelar doktor, kini jumlahnya telah mencapai 289 orang.
Ia menilai bertambahnya profesor dan dosen bergelar doktor akan memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, kehadiran para profesor diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi, memperkuat kolaborasi riset, meningkatkan publikasi ilmiah, serta memperluas rekognisi akademik di tingkat nasional maupun internasional.
“Guru besar memiliki tanggung jawab strategis dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, menghasilkan karya akademik yang berdampak, membimbing generasi peneliti, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui keilmuan yang dimiliki,” katanya.
Mujiburrahman berharap penambahan guru besar semakin memperkuat posisi UIN Ar-Raniry sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.
Dalam arahannya, Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar MA mengingatkan bahwa guru besar tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keagamaan.
“Jangan berpaham bahwa yang paling utama hanya ilmu. Yang paling utama adalah iman. Iman dan ilmu harus berjalan bersama,” tegas Nasaruddin.
Menurutnya, ilmu pengetahuan harus menjadi jalan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Karena itu, guru besar di lingkungan PTKN diharapkan tidak hanya menghasilkan karya ilmiah berkualitas, tetapi juga menjadi teladan melalui integritas, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Prof Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa profesor memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan di perguruan tinggi.
“Profesor harus menjadi instrumen utama yang meningkatkan daya ungkit perguruan tinggi Indonesia,” ujarnya.
Enam Guru Besar Baru UIN Ar-Raniry
Prof. Dr. Azhar, M.Pd. – Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam.
Prof. Dr. Husna Amin, M.Hum. – Filsafat Agama.
Prof. Dr. Marzuki, S.Pd.I., M.Si. – Antropologi Pendidikan Islam.
Prof. Dr. Firdaus, S.Ag., M.Hum. – Sosiologi Agama.
Prof. Dr. Ernita Dewi, S.Ag., M.Hum. – Filsafat Islam Kontemporer.
Prof. Dr. Jasafat, M.A. – Ilmu Dakwah. []
