DONYAPOST, Banda Aceh — SMA Negeri 3 Banda Aceh (SMANTIG) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional setelah meraih Gold Medal, Silver Medal, dan Special Award pada ajang Japan Design, Idea, and Invention (JDIE) 2026 yang berlangsung di Osaka, Jepang.
Kepala SMAN 3 Banda Aceh, Muhibbul Khibri, S.Pd., M.Pd., kepada media, Sabtu (4/7/2026) mengatakan, prestasi tersebut diraih melalui dua tim riset sekolah.
Kata dia, Tim AIRO sukses membawa pulang Gold Medal sekaligus Special Award dari National Research Council of Thailand (NRCT) melalui penghargaan Thailand Award for the Best International Invention & Innovation for the Excellent Invention. Sementara Tim CUSTOS AQUAE meraih Silver Medal atas inovasi yang mereka kembangkan.
Muhibbul menjelaskan, sebanyak 14 siswa SMANTIG yang tergabung dalam dua tim tersebut tampil mempresentasikan hasil riset mereka bersama inovator muda dari berbagai negara pada kompetisi yang mempertemukan karya terbaik di bidang sains, teknologi, dan inovasi.
Tim CUSTOS AQUAE mengembangkan inovasi berjudul “CUSTOS AQUAE: Smart Drain Alert as a Water Level Monitoring System and Drainage Blockage Detector”. Sistem ini berfungsi memantau ketinggian air sekaligus mendeteksi penyumbatan drainase secara real-time sebagai peringatan dini untuk membantu mengurangi risiko banjir di kawasan perkotaan.
Tim ini diperkuat oleh Cut Syadza Atka Putri, Afrie Nazasyah Ridho, Yasmine Athaya, Muhammad Ihsan, Teuku Muda Fabiansyah Djohan, Amira Shofiya, dan Kemal Mohammed Yildiz.
Sementara itu, Tim AIRO menghadirkan inovasi “AIRO: Solar-Integrated Portable Air Purifier Utilizing Calcined Eggshell Waste as Filtration Medium”, yakni alat penjernih udara portabel bertenaga surya yang memanfaatkan limbah cangkang telur yang telah dikalsinasi sebagai media filtrasi.
“Inovasi tersebut dinilai memiliki keunggulan dari sisi kreativitas, orisinalitas, dan potensi penerapan sehingga diganjar Gold Medal serta penghargaan khusus dari NRCT,” katanya.
Tim AIRO beranggotakan Ahmad Haziq, Asadel Khairul Ijlal, Jejak Anugrah Cendikia, Safana Rizki Tri Tunggal Dewi, Salsabila Feni Putri Subijanto, Talitha Athallah Setiawan, dan Zaahir Maulana Mahruzar.
Muhibbul Khibri menambahkan, capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras siswa serta budaya riset yang terus dikembangkan di sekolah.
Menurutnya, raihan Gold Medal, Silver Medal, dan Special Award membuktikan peserta didik SMANTIG mampu bersaing serta memperoleh pengakuan di tingkat dunia.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berinovasi, berpikir kritis, dan menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan masyarakat.
Muhibbul menegaskan SMANTIG akan terus mendukung lahirnya generasi yang berkarakter, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat global.
Keberhasilan kedua tim juga tidak terlepas dari pendampingan intensif para guru pembimbing, Marfidayanti, S.Si. dan Widia Munira, M.Pd., yang mendampingi siswa sejak penyusunan ide, pengembangan prototipe, hingga presentasi di hadapan dewan juri internasional.
Partisipasi SMANTIG di JDIE 2026 menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari ruang kelas mampu menembus panggung dunia sekaligus memperlihatkan kontribusi generasi muda Aceh dalam menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masa depan. (id64)






