Indeks

Mahasiswa USK Kembangkan DaurTani Berbasis AI untuk Petani

Gambar ilustrasi dibuat ChatGPT

DONYAPOST, Banda Aceh – Sekelompok mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala (USK) meluncurkan platform digital DaurTani.

DaurTani adalah sebuah marketplace business-to-business (B2B) yang menghubungkan petani di pedesaan dengan pembeli korporasi atau offtaker berskala industri.

Inovasi tersebut dikembangkan untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan nilai jual komoditas pertanian.

Platform DaurTani dirancang dengan antarmuka yang ramah pengguna sehingga mudah dioperasikan oleh masyarakat pedesaan. Sistem ini menghubungkan petani penghasil komoditas dengan jaringan logistik kargo, sekaligus mengelola transaksi antara produsen dan pembeli industri.

Pada tahap awal, DaurTani berfokus pada dua komoditas utama, yakni limbah kelapa berupa tempurung dan sabut serta daun nilam kering. Platform ini juga dilengkapi AI Assistant yang memberikan edukasi kepada petani, rekomendasi harga secara real time, panduan pengolahan hasil panen, hingga standar kualitas produk sesuai kebutuhan industri.

Ketua tim pengembang, Shafa Disya Aulia, mengatakan ide DaurTani berangkat dari keprihatinan terhadap rendahnya pendapatan petani meski memiliki komoditas bernilai ekonomi tinggi.

“Ide DaurTani lahir dari keresahan melihat rendahnya penghasilan petani. Banyak komoditas potensial seperti limbah kelapa dan daun nilam yang sebenarnya bernilai tinggi, namun belum tergarap optimal untuk menembus pasar industri besar,” ujarnya.

Pengembangan DaurTani digawangi Shafa bersama Glenn Hakim, Ahmad Syah Ramadhan, Dea Zasqia Pasaribu Malau, dan Dian Islami di bawah bimbingan dosen Maulyanda, S.Tr.Kom., M.Kom.

Inovasi tersebut berhasil memperoleh pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026 pada kategori Tahap Bertumbuh.

Melalui dukungan hibah tersebut, tim menargetkan merekrut lebih dari 50 mitra petani di Aceh, Sumatera Utara, dan Riau. Hasil produksi petani akan dipasarkan langsung kepada mitra industri, termasuk eksportir briket dan PT Ugreen Aromatics International.

Selain menjadi platform perdagangan digital, DaurTani juga berupaya mendorong pemberdayaan ekonomi petani, pemanfaatan limbah pertanian secara berkelanjutan, serta digitalisasi pengetahuan melalui edukasi berbasis teknologi.

Salah seorang anggota tim, Glenn Hakim, mengatakan DaurTani diharapkan menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa mampu memberikan solusi atas persoalan nyata di sektor pertanian.

“Kami tidak ingin berhenti sebagai aplikasi perdagangan saja. Kami ingin DaurTani menjadi bukti nyata bahwa inovasi teknologi yang dirancang mahasiswa mampu menjawab tantangan ekonomi sekaligus memperkuat pasokan bahan baku bagi industri hijau di Indonesia,” ujarnya.

Dengan dukungan P2MW, tim DaurTani optimistis memperluas ekosistem perdagangan digital dari Sumatra ke tingkat nasional.

Exit mobile version