DONYAPOST, Banda Aceh — Universitas Islam Negeri (UIN Ar-Raniry) mewisuda 2.060 lulusan program sarjana, magister, dan doktor pada Wisuda Gelombang I dan II Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 22–24 Juni 2026, di Auditorium Prof Ali Hasjmy.
Wisuda kali ini tidak hanya mencatat jumlah lulusan yang besar, tetapi juga menandai semakin kuatnya langkah internasionalisasi kampus.
Sebanyak 14 mahasiswa asing turut diwisuda, terdiri atas 13 mahasiswa asal Malaysia dan satu mahasiswa asal Korea Selatan, Kim Young Jae, yang berhasil menyelesaikan studi Magister Ekonomi Syariah.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., mengatakan kehadiran mahasiswa internasional menjadi indikator meningkatnya daya tarik dan reputasi akademik kampus di tingkat global.
“UIN Ar-Raniry juga mencatat capaian penting dalam proses internasionalisasi pendidikan tinggi Islam. Kita patut memberikan apresiasi kepada saudara Kim Young Jae, mahasiswa asal Korea Selatan yang berhasil menyelesaikan studi dan meraih gelar Magister Ekonomi Syariah. Kehadiran beliau menjadi bukti bahwa kajian Islam dan ekonomi syariah semakin mendapat perhatian dunia internasional,” ujarnya.
Dari total 2.060 lulusan yang diwisuda, sebanyak 1.913 orang berasal dari program sarjana, 110 lulusan program magister, dan 37 lulusan program doktor.
Selain mahasiswa asing, enam mahasiswa Pascasarjana UIN Ar-Raniry juga berhasil menyelesaikan program double degree melalui kerja sama dengan Universiti Utara Malaysia. Para lulusan tersebut berasal dari Program Studi Magister Ekonomi Syariah, Pendidikan Agama Islam, serta Komunikasi dan Penyiaran Islam.
Program double degree itu merupakan hasil kolaborasi lima perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, yakni UIN Ar-Raniry, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Raden Fatah Palembang, dan UIN Mataram, dengan dukungan pendanaan dari Beasiswa Indonesia Bangkit dan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Menurut Mujiburrahman, program tersebut mencerminkan komitmen kampus dalam menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang terbuka, unggul, dan berdaya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Ia juga mengingatkan para wisudawan agar tidak hanya mengandalkan kecerdasan akademik, tetapi mampu menjaga integritas dan akhlak di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat.
“Dunia hari ini tidak hanya membutuhkan orang-orang yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membutuhkan manusia yang memiliki integritas, empati, dan akhlak mulia. Dunia membutuhkan generasi yang mampu menjaga nilai-nilai kebaikan di tengah perubahan zaman yang begitu cepat,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Muhammad Yasir Yusuf, M.A., menilai keberadaan mahasiswa asing dan lulusan program double degree menunjukkan semakin luasnya pengakuan internasional terhadap kualitas akademik kampus.
Menurutnya, keberhasilan Kim Young Jae menyelesaikan studi Magister Ekonomi Syariah menjadi bukti bahwa kajian ekonomi syariah di UIN Ar-Raniry semakin diminati mahasiswa dari berbagai negara.
Adapun enam peserta program double degree memperoleh dua ijazah sekaligus dari UIN Ar-Raniry dan Universiti Utara Malaysia setelah menuntaskan seluruh proses akademik di kedua perguruan tinggi.
Berdasarkan predikat kelulusan, sebanyak 673 lulusan atau 32,67 persen meraih predikat cumlaude, 667 lulusan atau 32,38 persen memperoleh predikat pujian, 714 lulusan atau 34,66 persen meraih predikat sangat baik, dan enam lulusan atau 0,29 persen memperoleh predikat baik.
Capaian tersebut semakin mempertegas posisi UIN Ar-Raniry sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang terus memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan kualitas lulusannya di tingkat nasional maupun global.
