Indeks
Sport  

Perbakin Aceh Bidik Regenerasi Atlet Menuju PON 2028

DONYAPOST, Banda Aceh — Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Aceh menjadikan Pra-PORA Menembak 2026 sebagai momentum penting untuk menyiapkan regenerasi atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ajang Pra-PORA yang akan digelar di Lapangan Tembak Mata Ie, Banda Aceh, mulai 17 Mei 2026 itu diikuti 235 atlet dari 19 kabupaten/kota di Aceh dan diproyeksikan menjadi wadah pencarian bibit-bibit atlet potensial masa depan.

Ketua Umum Perbakin Aceh, Brigjen TNI Hasandi Lubis, S.IP., M.M., M.Han., mengatakan pembinaan atlet muda kini menjadi fokus utama Perbakin Aceh agar olahraga menembak Aceh mampu bersaing di level nasional dalam beberapa tahun mendatang.

“Pra-PORA ini bukan sekadar lomba, tetapi menjadi bagian penting dalam proses regenerasi atlet Aceh. Kami ingin melahirkan atlet-atlet baru yang nantinya mampu menembus tim inti Aceh dan bersaing di PON 2028,” ujar Hasandi Lubis saat meninjau kesiapan venue bersama Ketua Panitia Asrizal Rafii, Koordinator Lapangan Mardan Hasian Siregar, serta Ketua Harian Perbakin Aceh Tarmizi, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, Pra-PORA menjadi tolok ukur awal untuk melihat kesiapan atlet dari berbagai daerah sekaligus mengukur hasil pembinaan yang selama ini dilakukan pengurus kabupaten/kota.

Dalam Pra-PORA Menembak 2026, sejumlah nomor pertandingan akan diperlombakan, di antaranya Air Pistol dan Air Rifle 10 meter, Benchrest 25 meter, Benchrest 41 meter, 3 Posisi, Multirange, serta Silhouette.

Seluruh pertandingan akan menggunakan sistem penilaian elektronik sesuai standar PB Perbakin dengan melibatkan wasit bersertifikat nasional guna memastikan objektivitas dan kualitas pertandingan.

Hasandi menambahkan, regenerasi atlet menjadi kebutuhan mendesak mengingat persaingan olahraga menembak di tingkat nasional terus berkembang pesat.

“Kami ingin ada wajah-wajah baru dari Aceh yang bisa tampil dan berprestasi di level nasional. Karena itu pembinaan usia muda harus diprioritaskan mulai sekarang,” katanya.

Sementara itu, Lapangan Tembak Mata Ie telah direnovasi untuk memenuhi standar nasional, mulai dari lintasan tembak, papan target elektronik, hingga ruang kontrol juri.

Pra-PORA Menembak 2026 dijadwalkan berlangsung selama delapan hari dan terbuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya. Perbakin Aceh juga mengajak masyarakat hadir langsung memberikan dukungan kepada para atlet daerah yang bertanding.

Exit mobile version