DONYAPOST, Banda Aceh — Pra Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) 2026 cabang olahraga basket resmi dibuka di GOR Gelanggang Universitas Syiah Kuala, Senin (11/5/2026).
Ajang ini menjadi seleksi awal pembentukan kekuatan basket Aceh menuju PORA, Pra PON, hingga PON XXII 2028 di NTB dan NTT.
Ketua Umum Perbasi Aceh, Purnama Setia Budi, mengatakan Pra PORA basket sempat tertunda akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir November 2025.
“Beberapa daerah terdampak cukup parah, termasuk fasilitas lapangan basket di Aceh Tamiang dan Pidie Jaya,” ujarnya.
Pada Pra PORA kali ini, nomor 5×5 putra diikuti 12 kabupaten/kota, sedangkan kategori putri diikuti sembilan daerah. Untuk nomor 3×3, baik putra maupun putri masing-masing diikuti 12 dan sembilan daerah.
Purnama menyebut pihaknya telah meminta dukungan KONI Aceh dan DPP Perbasi untuk membantu pemulihan sarana olahraga di wilayah terdampak bencana.
Ia berharap seluruh atlet tetap menjunjung sportivitas dan memanfaatkan kompetisi sebagai ajang pengembangan kemampuan.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I KONI Aceh, HT Rayuan Sukma, mengatakan penundaan Pra PORA basket dilakukan untuk menjaga rasa keadilan bagi daerah yang terdampak banjir dan longsor.
“Dari 12 cabang olahraga yang dijadwalkan pascabencana, basket menjadi cabang keempat yang dibuka,” katanya.
Rayuan juga menyoroti capaian Aceh pada Pekan Olahraga Nasional Aceh-Sumut 2024 yang berhasil menembus enam besar nasional, meski cabang basket belum menyumbang medali.
Menurutnya, Pra PORA kali ini menjadi momentum evaluasi guna membentuk tim basket Aceh yang lebih kompetitif menghadapi agenda nasional mendatang.
“Dari Pra PORA ini, kita akan melihat siapa tim yang paling layak dan siapa atlet terbaik yang nantinya dipanggil memperkuat tim inti,” ujarnya.
Pembukaan Pra PORA basket turut dihadiri Wakil Rektor III USK, atlet, serta official dari berbagai kabupaten/kota di Aceh.
