DONYAPOST, Bireuen — Sebanyak 30 pengelola perpustakaan tingkat SMA/sederajat dan perpustakaan gampong di Kabupaten Bireuen mengikuti pelatihan penerapan aplikasi INLISLite versi 3.2 di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bireuen, Selasa (12/5/2026).
Pelatihan tersebut merupakan kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bireuen sebagai upaya mempercepat transformasi digital layanan perpustakaan di daerah.
Kegiatan menghadirkan dua pemateri dari Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, yakni Arkin dan Zulfiqri yang juga tergabung dalam Aceh Library Consultant.
Materi yang diberikan mencakup implementasi INLISLite, mulai dari pengelolaan koleksi, keanggotaan, layanan sirkulasi, hingga praktik penggunaan aplikasi secara langsung.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bireuen, Irfan, mengatakan peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan penting dilakukan untuk menjawab perkembangan teknologi informasi.
“Perpustakaan hari ini tidak lagi bisa dikelola secara konvensional. Pengelola harus mampu beradaptasi dengan teknologi agar layanan informasi menjadi lebih cepat, akurat, dan profesional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Layanan Otomasi dan Kerja Sama Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Diaz Furqan, menyebut penerapan INLISLite menjadi bagian dari strategi modernisasi perpustakaan di daerah.
Menurutnya, sistem otomasi perpustakaan diperlukan agar layanan informasi lebih efektif, efisien, dan terintegrasi.
Pada kesempatan tersebut, Arkin menjelaskan bahwa perpustakaan perlu bertransformasi dari sistem manual menuju layanan berbasis digital agar tetap relevan di tengah perkembangan teknologi informasi.
“Perpustakaan tidak bisa digantikan oleh teknologi, namun perpustakaan tanpa teknologi akan digantikan,” katanya.
Pelatihan berlangsung selama satu hari dengan metode teori dan praktik langsung agar peserta dapat segera menerapkan sistem tersebut di perpustakaan masing-masing.
