Indeks
Berita  

Illiza Klaim ‘Sinergi Kolaborasi’ Sudah Nyata, Bukan Sekadar Slogan

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh

DONYAPOST, Banda Aceh — Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan bahwa tema “Sinergi Kolaborasi” pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821 Banda Aceh bukan sekadar jargon, melainkan telah diwujudkan dalam kerja nyata yang dirasakan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Illiza dalam pidato resmi pada Rapat Paripurna Istimewa di DPRK Banda Aceh, Rabu (22/4/2026).

“Hari ini kita tidak sekadar menghitung usia. Kita sedang melanjutkan perjalanan panjang sebuah peradaban,” ujar Illiza, menegaskan Banda Aceh sebagai kota dengan sejarah lebih dari delapan abad yang terus menjadi ruang tumbuh nilai, perjuangan, dan harapan lintas generasi.

Ia menekankan bahwa Banda Aceh bukan sekadar ruang fisik, melainkan ruang hidup yang harus dijaga dengan kesadaran, kebersamaan, dan tanggung jawab bersama. Dalam perspektif tersebut, masa lalu dijadikan pijakan, sementara masa depan dipersiapkan secara kolektif.

Illiza menegaskan bahwa konsep sinergi kini telah bergerak dari tataran wacana menjadi praktik. Dalam hampir satu tahun kepemimpinannya, Pemerintah Kota Banda Aceh disebut terus mendorong pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

Langkah tersebut diwujudkan melalui pengendalian harga dan operasi pasar untuk menjaga stabilitas ekonomi, penguatan kepedulian sosial agar tidak ada warga yang tertinggal, serta peningkatan akses layanan kesehatan dan pendidikan.

Di sisi lain, penataan wajah kota juga menjadi perhatian, mulai dari kebersihan, fasilitas publik, hingga pengembangan kawasan seperti Ulee Lheue agar Banda Aceh semakin tertib dan nyaman.

Illiza mengklaim capaian konkret dari pendekatan kolaboratif tersebut mulai terlihat, salah satunya melalui cakupan Universal Health Coverage (UHC) yang telah menjangkau minimal 99 persen warga.

Selain itu, inovasi layanan SIRA (Sinergi Inovasi ARIP) turut mendorong integrasi layanan publik hingga meraih Universal Health Coverage Award 2026.

Dalam aspek tata kelola, Pemerintah Kota Banda Aceh juga mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 17 kali berturut-turut, serta meraih pengakuan melalui CityNet SDG City Awards sebagai indikator arah pembangunan yang dinilai selaras dengan prinsip berkelanjutan.

Meski demikian, Illiza menegaskan seluruh capaian tersebut bukan milik pemerintah semata, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen kota.

Momentum HUT ke-821 juga diisi dengan berbagai kegiatan yang disebut mencerminkan semangat kolaborasi, mulai dari pelaksanaan Rakerkomwil I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia, City Expo sebagai ruang promosi ekonomi dan kreativitas, hingga penanaman pohon di Hutan Kota Tibang sebagai komitmen lingkungan.

Selain itu, seminar nasional turut digelar untuk memperkuat arah pembangunan ke depan, dengan keseluruhan rangkaian kegiatan berpuncak pada peringatan HUT sebagai ruang refleksi bersama.

Dalam pidatonya, Illiza juga menegaskan bahwa pembangunan Banda Aceh tetap berpijak pada nilai Syariat Islam, budaya, dan kearifan lokal, dengan peran ulama, tokoh masyarakat, serta gampong sebagai elemen penting dalam menjaga keseimbangan pembangunan.

Mengakhiri pidatonya, Illiza mengajak seluruh elemen—legislatif, Forkopimda, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat—untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Banda Aceh tidak dibangun oleh satu pihak, tetapi oleh kebersamaan seluruh warganya. Selama kolaborasi ini terus kita jaga, kota ini akan terus berkembang dan membahagiakan,” ujarnya.

Exit mobile version