DONYAPOST, Banda Aceh — Bunda Guru Aceh, Marlina Muzakir, mengunjungi SD Negeri Tanah Rata di Gampong Tanah Rata, Kecamatan Peureulak, Rabu (15/4/2026), untuk menyemangati siswa yang terdampak banjir sekaligus memastikan proses belajar kembali berjalan optimal.
Dalam kunjungan tersebut, Marlina yang akrab disapa Kak Na didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh, Malahayati. Keduanya turut membagikan seragam sekolah serta paket makanan olahan berbasis ikan kepada para siswa.
“Semangat belajar ya nak. Jadilah murid yang baik serta taat dan patuh pada guru-guru kalian,” pesan Kak Na kepada para siswa.
SD Negeri Tanah Rata diketahui menjadi salah satu sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 lalu. Meski aktivitas belajar kini telah kembali normal, kebutuhan akan seragam dan perlengkapan sekolah masih menjadi perhatian.
Dalam kesempatan itu, Kak Na juga menyempatkan diri bertemu siswa kelas VI yang akan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) pekan depan. Ia memberikan motivasi agar para siswa tetap giat belajar meski sebelumnya sempat terganggu akibat banjir.
“Belajar yang giat ya, supaya hasil TKA-nya bagus. Di rumah juga diulang kembali pelajaran dari guru,” ujarnya.
Para guru di sekolah tersebut saat ini terus memberikan pendampingan intensif guna memastikan siswa siap menghadapi ujian, terutama setelah terganggunya proses belajar akibat bencana.
Selain bantuan pendidikan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), sebuah program nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi ikan, khususnya bagi anak-anak.
Sebagai Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh, Marlina menegaskan bahwa Gemarikan berfokus pada peningkatan gizi anak, pencegahan stunting, serta peningkatan kecerdasan melalui asupan protein dan omega-3.
Melalui kunjungan ini, diharapkan tidak hanya memulihkan semangat belajar siswa pascabencana, tetapi juga mendorong kesadaran akan pentingnya gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak di Aceh.






