DONYAPOST, Bener Meriah — Tim Program Mahasiswa Berdampak Universitas Teuku Umar (UTU) memasang tiga unit alat air bersih siap minum di Desa Meriah Jaya, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (26/2/2026).
Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera pada 2026.
Tiga unit perangkat dipasang di lokasi strategis, yakni area pengungsian, Kantor Desa Meriah Jaya, dan SD Meriah Jaya. Penempatan ini bertujuan memastikan akses air minum aman dan higienis bagi pengungsi, aparatur desa, serta anak-anak sekolah guna mendukung pemulihan aktivitas dasar pascabencana.
Ketua Program, Herri Darsan, S.T., M.T., memimpin langsung instalasi di lapangan bersama anggota tim Rudi Hermi, M.Si., dan Siti Maisyaroh Fitri Siregar, S.K.M., M.Kes.
Selain pemasangan, tim juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama pemerintah desa untuk membahas sistem pengelolaan dan pemeliharaan alat agar manfaatnya berkelanjutan.
“Kami tidak hanya menyerahkan alat, tetapi memastikan alat terpasang dan dapat digunakan dengan baik. Keterlibatan dosen dan mahasiswa secara langsung menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam membantu masyarakat pascabencana,” ujar Herri seperti dikutip donyapost, dari laman resmi.
Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., mengapresiasi kolaborasi sivitas akademika dalam misi kemanusiaan tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai implementasi konkret Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Kegiatan ini mencerminkan tanggung jawab sosial universitas. Kolaborasi dosen dan mahasiswa menunjukkan kepedulian UTU terhadap masyarakat,” katanya.
Ketua LPPM UTU, Ir. Yuliatul Muslimah, M.P., menambahkan program tersebut dirancang berbasis kebutuhan riil masyarakat terdampak.
“Kami berharap program ini memberi manfaat langsung sekaligus menjadi model pengabdian berkelanjutan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Program ini dilaksanakan di bawah skema Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa dalam Upaya Pemulihan Bencana Sumatera 2026, dengan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Melalui intervensi air bersih ini, UTU menargetkan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan sosial di wilayah terdampak bencana.








