DONYAPOST, Banda Aceh — Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST mengajak masyarakat untuk meramaikan Peukan Raya Ramadan (PRR) 1447 H yang digelar di eks lahan Pasar Aceh Shopping Center.
Kegiatan yang menghadirkan ratusan pelaku usaha tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk menguatkan ekonomi masyarakat selama bulan suci.
“Alhamdulillah sejak Jumat, 27 Februari, Peukan Raya Ramadan Banda Aceh resmi dibuka. Ada sekitar 150 pelaku usaha UMKM yang menjual produknya di sini,” ujar Irwansyah usai menghadiri pembukaan PRR bersama Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dan Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah.
Pembukaan PRR ditandai dengan tradisi teumok beulangong Kanji Rumbi yang dilakukan bersama oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Ketua DPRK Banda Aceh. Takjil khas Aceh tersebut kemudian dibagikan kepada pengunjung.
Irwansyah menyebutkan, setiap hari panitia juga menyediakan lebih dari 500 porsi kanji rumbi yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang datang ke lokasi kegiatan.
Menurutnya, kehadiran Peukan Raya Ramadan bukan sekadar menghadirkan suasana meriah selama bulan puasa, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk kembali bangkit.
“Ramadan adalah bulan untuk saling menguatkan. Saya sangat mengapresiasi Wali Kota Banda Aceh, Ibu Illiza Sa’aduddin Djamal, atas inisiasi program ini untuk menguatkan para pelaku usaha UMKM yang sempat mengalami kesulitan saat musibah beberapa waktu lalu,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat Banda Aceh untuk hadir dan meramaikan kegiatan tersebut setiap sore hingga malam hari.
“Mari warga Kota Banda Aceh hadir dan meramaikan Peukan Raya Ramadan di eks Pasar Aceh ini. Dengan datang dan berbelanja, kita ikut menguatkan pelaku usaha UMKM kita di bulan penuh berkah ini,” ujar politisi PKS tersebut.
Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan Peukan Raya Ramadan bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan bagian dari upaya membangkitkan ekonomi kota selama bulan puasa.
Melalui PRR yang berlangsung hingga 13 Maret 2026, Pemerintah Kota Banda Aceh menghadirkan ruang ekonomi berbasis kolaborasi dengan melibatkan 150 brand UMKM dalam 120 stand pameran.
“Kita menargetkan sekitar 10 ribu pengunjung setiap hari dengan proyeksi perputaran ekonomi mencapai lebih dari Rp2 miliar,” ujar Illiza.
PRR 2026 menghadirkan tiga zona utama, yakni Peukan Raseuki sebagai pusat kuliner berbuka puasa, Peukan Khanduri sebagai ruang berbagi takjil gratis melalui tradisi teumok, serta Peukan Silaturahmi yang menjadi panggung pertunjukan dan interaksi masyarakat selama Ramadan.
Illiza menegaskan, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat agar pertumbuhan ekonomi kota tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat kecil.
“Kita ingin pertumbuhan ekonomi Banda Aceh bersifat inklusif, dirasakan oleh pedagang kecil, pelaku usaha rumahan, hingga generasi muda kreatif,” katanya.
Di kawasan yang sama, tepatnya di Gedung Pasar Aceh baru, sejak 20 Februari hingga 15 Maret 2026 juga berlangsung Peukan QRIS Ramadan, program kolaborasi Pemko Banda Aceh dengan Bank Indonesia dan perbankan syariah untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital di pasar tradisional.
“Kita ingin pasar tradisional tetap menjadi ruang silaturahmi masyarakat, namun juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujar Illiza.








