Indeks
Berita  

Pedestrian Krueng Daroy Direhab, Target Rampung Akhir Oktober

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal meninjau renovasi sarana pedestrian Krueng Daroy yang terletak di perbatasan tiga desa, yakni Lamlagang, Neusu Aceh, dan Setui, Jumat (5/9/2025).

DONYAPOST, Banda Aceh – Jalur pedestrian Krueng Daroy yang berada di perbatasan tiga desa, Lamlagang, Neusu Aceh, dan Setui, kini direhabilitasi setelah banyak fasilitasnya rusak parah.

Proyek yang dibangun pemerintah pusat melalui program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) pada akhir 2018 itu dulunya menelan biaya puluhan miliar rupiah, namun belakangan kondisinya memprihatinkan.

Pantauan di lokasi, sejumlah kerusakan terlihat jelas. Lantai jembatan penghubung antar desa banyak yang bolong sehingga membahayakan pejalan kaki.

Pagar besi pengaman di kedua sisi sungai juga mengalami kerusakan, sementara ornamen pagar banyak yang hilang akibat dijarah. Selain faktor usia dan alam, aksi vandalisme turut memperparah kerusakan tersebut.

Renovasi pedestrian Krueng Daroy dikerjakan dengan dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) sebesar Rp565 juta. Kepala Dinas Perkim Banda Aceh, Bukhari Sufi, menjelaskan anggaran itu digunakan untuk memperbaiki jalur pedestrian sepanjang 55 meter, pagar 20 meter, serta dua lantai jembatan dengan masing-masing 180 dan 170 lembar.

“Selain itu, kita mengganti ornamen pagar berukuran besar sebanyak 240 unit dan ukuran kecil 743 unit, termasuk pot dan bunganya. Kita juga membangun talud (dinding penahan tanah) sepanjang delapan meter. Ditargetkan rampung akhir Oktober 2025,” ujar Bukhari.

Pemerintah Kota Banda Aceh turut mengimbau warga agar ikut menjaga fasilitas umum tersebut. Pedestrian diminta bebas dari sampah, sementara pemilik warung kopi atau kafe dilarang menempatkan meja dan kursi hingga menutupi jalur.

“Setelah sore hari boleh diberi dispensasi, tapi jangan sampai mengganggu orang jogging atau aktivitas warga lainnya,” demikian imbauan yang disampaikan saat peninjauan. []

Exit mobile version