DONYAPOST, Banda Aceh — Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang menggunakan badan jalan untuk berjualan di kawasan Jalan Syiah Kuala–Lambaro Skep.
Menurut Ismawardi, keberadaan lapak pedagang dan kendaraan yang parkir di sekitar lokasi membuat ruang gerak kendaraan semakin sempit. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas, terutama pada sore hingga malam hari ketika aktivitas masyarakat meningkat.
Ia mengatakan, Jalan Syiah Kuala–Lambaro Skep merupakan salah satu jalur yang ramai dilalui masyarakat. Penggunaan badan jalan untuk aktivitas perdagangan membuat pengguna jalan harus berbagi ruang dengan pedagang dan kendaraan yang berhenti di kawasan tersebut.
“Keberadaan PKL di badan jalan perlu ditata. Kita memahami para pedagang mencari nafkah, tetapi jangan sampai aktivitas berjualan mengambil ruang lalu lintas dan mengganggu pengguna jalan,” ujar Ismawardi kepada media, Sabtu (3/10/2026).
Ia meminta Satpol PP Banda Aceh turun langsung ke lokasi untuk memeriksa kondisi di lapangan sekaligus menertibkan penggunaan badan jalan yang mengganggu arus kendaraan.
Meski demikian, Ismawardi menekankan penertiban perlu dilakukan secara persuasif dengan tetap memperhatikan keberlangsungan usaha para pedagang.
Pemerintah, kata dia, dapat memberikan imbauan sekaligus menyiapkan solusi penataan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu kepentingan pengguna jalan.
“Kalau memang ada lokasi yang bisa digunakan untuk berjualan, silakan ditata. Yang penting jangan menggunakan badan jalan sampai mempersempit jalur kendaraan,” katanya.
Ismawardi juga meminta instansi terkait memberi perhatian khusus pada jam-jam padat, terutama menjelang sore hingga malam. Penataan, menurutnya, perlu dilakukan secara rutin dan tidak hanya ketika terjadi kemacetan atau muncul keluhan masyarakat.
“Jangan menunggu sampai masyarakat mengeluh atau lalu lintas sudah macet baru dilakukan penertiban. Lebih baik ditata sejak awal sehingga pedagang tetap bisa berjualan dan pengguna jalan juga merasa nyaman,” ujarnya.
Selain aktivitas PKL, ia meminta pemerintah menertibkan kendaraan yang berhenti atau parkir sembarangan di sekitar lokasi. Menurutnya, kondisi tersebut turut mempersempit ruang gerak kendaraan dan dapat memperburuk kepadatan lalu lintas.
Ismawardi berharap Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait berkoordinasi dalam menata kawasan Jalan Syiah Kuala–Lambaro Skep agar aktivitas perdagangan tetap berlangsung tertib, sementara kelancaran dan kenyamanan pengguna jalan tetap terjaga. []






