Kafilah Aceh Tembus Empat Besar MTQ Nasional, Bonus Rp200 Juta

DONYAPOST, Semarang — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau Dek Fadh, memberikan bonus spontan Rp200 juta kepada Kafilah Aceh yang meraih peringkat keempat MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah.

Bonus tersebut diberikan sebagai apresiasi atas perjuangan kafilah yang mengoleksi 99 poin pada ajang yang ditutup Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Sabtu (19/9/2026) malam.

Dek Fadh mengapresiasi capaian para peserta yang berhasil membawa Aceh kembali menempati empat besar nasional. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras peserta, pelatih, pembina, official, dan seluruh pihak yang terlibat.

“Kita bangga. Alhamdulillah, perjuangan anak-anak membuahkan hasil dan membawa nama baik Aceh. Ini menjadi motivasi untuk pembinaan ke depan,” ujar Dek Fadh.

Ia menegaskan, capaian tersebut harus menjadi pemacu untuk memperkuat pembinaan generasi Qur’ani di Aceh.

“Ini bukan akhir. Kita harus terus melakukan pembinaan dan memberikan dukungan kepada anak-anak kita agar prestasi seperti ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan,” katanya.

Pada MTQ Nasional XXXI 2026, Aceh mengoleksi 99 poin dan berada di peringkat keempat bersama Jawa Timur. Kalimantan Timur menempati posisi pertama dengan 288 poin, disusul Jawa Tengah dengan 208 poin dan DKI Jakarta dengan 129 poin.

Capaian ini menjadi prestasi terbaik Aceh dalam 23 tahun terakhir. Aceh terakhir kali menempati peringkat keempat pada MTQ Nasional 2003.

Sebelum menghadiri penutupan, Dek Fadh menyambangi pemondokan Kafilah Aceh di Ibis Styles Simpang Lima Semarang. Ia bertemu peserta, pelatih, official, dan pembina untuk memberikan semangat sekaligus menyampaikan apresiasi atas perjuangan mereka.

“Terima kasih kepada seluruh peserta, pelatih, pembina dan official. Mereka telah bekerja keras membawa nama Aceh. Pemerintah Aceh akan terus memberikan perhatian terhadap pembinaan generasi Qur’ani,” ujarnya.

Penutupan MTQ Nasional XXXI turut dihadiri Bupati Aceh Besar Syeh Muharram, Bupati Bireuen Mukhlis, serta sejumlah pejabat Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota. []