DONYAPOST, Pidie – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Golf Indonesia (PGI) Pidie mengirimkan empat golfer untuk bersaing pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) PGI Aceh Series II Wilayah Timur 2026 di Padang Arun Golf, Kota Lhokseumawe, 22–23 Agustus 2026.
Keempat atlet tersebut dipersiapkan untuk tampil maksimal sekaligus mengukur kemampuan menghadapi pegolf dari berbagai daerah di Aceh. Pengkab PGI Pidie berharap para golfer mampu membawa pulang prestasi dan mengharumkan nama daerah.
Ketua Pengkab PGI Pidie, Arief Munanzar, didampingi pengurus M. Ridha (Bob) dan Muhammad Raja Naufal, mengatakan pihaknya telah memberikan pembinaan dan pembekalan kepada para atlet sebelum diterjunkan ke Kejurda.
“Kami mengirimkan empat atlet. Semoga mereka bisa meraih prestasi dengan baik dan mengharumkan nama Kabupaten Pidie,” kata Arief.
Ia meminta para golfer tampil percaya diri dan tidak gentar menghadapi persaingan.
Menurutnya, keberanian bersaing menjadi bagian penting dalam proses pembentukan atlet agar semakin matang dan memiliki mental bertanding yang kuat.
“Golfer harus tampil percaya diri dan mampu bersaing dengan pegolf dari daerah lain sehingga ke depan bisa menjadi golfer yang handal,” ujarnya.
Arief mengatakan keikutsertaan dalam Kejurda tidak hanya ditujukan untuk mengejar hasil pertandingan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi atlet mengevaluasi kemampuan dan mengukur potensi diri.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan pembinaan berikutnya agar para atlet semakin siap menghadapi berbagai kejuaraan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Pengurus PGI Pidie terus melakukan pembinaan bagi para atlet sebelum pertandingan. Diharapkan mereka bisa memberikan hasil terbaik,” katanya.
Bagian dari Jalur Seleksi Menuju PON 2028
Kejurda PGI Aceh 2026 merupakan bagian dari rangkaian seleksi atlet untuk membentuk kekuatan golf Aceh menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB–NTT 2028.
Sebelumnya, PGI Aceh telah menggelar Series I Wilayah Barat di Lapangan Golf Lhoknga, Aceh Besar, pada 25 Juli 2026. Tanwier menjelaskan, Kejurda tahun ini dibagi dalam dua seri. Series I berlangsung di wilayah barat, sedangkan Series II digelar di Arun Golf Course, Kota Lhokseumawe.
Dari dua seri tersebut, PGI Aceh akan menjaring delapan pegolf terbaik, masing-masing empat atlet dari wilayah barat dan empat dari wilayah timur. Mereka selanjutnya akan mengikuti babak final di Sumatera Utara pada Oktober 2026.
Babak final menjadi tahapan penting untuk menentukan atlet yang akan dipersiapkan masuk dalam tim golf Aceh menuju PON 2028.
“Kita menargetkan minimal empat atlet Aceh mampu lolos dan dipersiapkan untuk mewakili Aceh pada PON NTB–NTT tahun 2028,” kata Tanwier saat itu.
Menurutnya, seluruh peserta merupakan pegolf amatir berusia 17 hingga 32 tahun yang aktif menjalani pembinaan di klub-klub golf maupun Pengcab PGI kabupaten dan kota di Aceh.
PGI Aceh, kata Tanwier, terus memantau perkembangan atlet di setiap klub dan Pengcab. Pembinaan dilakukan secara berjenjang untuk memastikan regenerasi pegolf muda Aceh berjalan dengan baik.
“Selama ini kami terus memantau perkembangan atlet di setiap klub dan Pengcab. Pembinaan dilakukan secara berjenjang agar lahir pegolf-pegolf muda Aceh yang mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Tanwier juga mengingatkan para peserta untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran, disiplin, dan sportivitas sebagai bagian penting dalam olahraga golf.
“Kejujuran adalah modal utama seorang pegolf. Selain itu, atlet harus mampu membaca karakter lapangan, menyusun strategi permainan, menjaga fokus, dan memiliki kesiapan fisik agar mampu bermain maksimal,” katanya.
Ia berharap rangkaian Kejurda tersebut mampu melahirkan generasi baru pegolf Aceh yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional.
“Kami berkomitmen membina atlet-atlet asli Aceh. Harapan kami, dari Kejurda ini akan lahir pegolf-pegolf muda yang mampu membawa prestasi bagi Aceh di masa depan,” ujar Tanwier. []






