DONYAPOST, Banda Aceh — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMAN 3 Banda Aceh. Dua siswi sekolah tersebut berhasil lolos ke tingkat nasional dalam kegiatan Lokakarya Penulisan Esai bagi Generasi Muda Terbina Lestari yang diselenggarakan Ikatan Duta Bahasa Provinsi Aceh bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Aceh.
Kedua siswi tersebut adalah Siti Aisya Fadhli dan Aisya Humaira, yang sama-sama berasal dari kelas XI-4. Karya mereka masuk dalam 10 esai terbaik hasil seleksi tingkat provinsi dan berhak melaju ke tahap nasional.
Siti Aisya Fadhli lolos melalui esai berjudul “Menepis Linguistic Insecurity Generasi Muda: Restorasi Bahasa Indonesia Melalui Aktualisasi Trigatra Bangun Bahasa”. Sementara Aisya Humaira mengangkat tema “Ketika Algoritma Memilih Kata-Kata Kita, Ancaman Tersembunyi bagi Masa Depan Bahasa Indonesia di Era Digital”.
Keberhasilan dua siswi tersebut sekaligus menempatkan SMAN 3 Banda Aceh sebagai sekolah dengan jumlah wakil terbanyak yang lolos dari Aceh pada ajang tersebut.
Kepala SMAN 3 Banda Aceh, Muhibbul Khibri, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi capaian para siswanya. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa generasi muda Aceh tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga kritis terhadap dampaknya terhadap bahasa dan budaya.
“Prestasi ini membuktikan bahwa kemampuan literasi siswa kami terus berkembang. Mereka tidak hanya mampu menulis dengan baik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap isu-isu kebahasaan yang sedang dihadapi masyarakat saat ini,” kata Muhibbul.
Ia menilai tema yang diangkat kedua siswi tersebut sangat relevan dengan tantangan era digital, terutama dalam menjaga eksistensi dan kualitas penggunaan Bahasa Indonesia di kalangan generasi muda.
“Kami bangga karena mereka mampu menawarkan gagasan yang kritis, argumentatif, dan solutif. Ini menunjukkan bahwa budaya literasi di sekolah terus tumbuh dan menghasilkan karya yang berkualitas,” ujarnya.
Muhibbul berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan menulis, membaca, dan berpikir kritis.
“Lolos ke tingkat nasional tentu merupakan pencapaian yang membanggakan. Namun yang lebih penting adalah bagaimana mereka terus belajar, memperluas wawasan, dan menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi melalui gagasan dan karya nyata,” katanya.
Kedua siswi tersebut selanjutnya akan mewakili Aceh pada tahap nasional dan bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.
Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen SMAN 3 Banda Aceh dalam membangun budaya literasi dan melahirkan generasi muda yang mampu berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam pengembangan pemikiran dan karya tulis ilmiah.






