PSG Pertahankan Gelar Liga Champions, Menang Adu Penalti

Foto via https://x.com/PSG_inside/status/2060819690109178194/photo/1

DONYAPOST, Budapest — Paris Saint-Germain (PSG) sukses mempertahankan gelar Liga Champions usai menundukkan Arsenal melalui adu penalti dengan skor 4-3 pada partai final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Arsenal yang gagal meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub, sekaligus mengubur ambisi meraih gelar ganda domestik dan Eropa setelah pekan lalu memastikan trofi Liga Inggris pertama mereka dalam 22 tahun terakhir.

Arsenal sebenarnya tampil meyakinkan pada awal pertandingan. Baru enam menit laga berjalan, Kai Havertz membawa The Gunners unggul cepat. Penyerang asal Jerman itu memanfaatkan celah di lini belakang PSG sebelum melepaskan tembakan keras ke atap gawang.

Namun, setelah gol tersebut, pertandingan praktis menjadi milik PSG. Tim asuhan Luis Enrique mengambil alih kendali permainan lewat dominasi penguasaan bola dan tekanan beruntun ke pertahanan Arsenal.

Duet bek tengah Arsenal, Gabriel Magalhaes dan William Saliba, berkali-kali melakukan penyelamatan penting untuk meredam serangan PSG. Namun tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada babak kedua.

Pelatih Arsenal Mikel Arteta membuat sejumlah keputusan penting dengan tetap mempercayakan lini tengah kepada Myles Lewis-Skelly yang baru berusia 19 tahun. Di sektor kanan pertahanan, Arteta kembali memainkan Cristhian Mosquera sebagai pengganti Ben White yang cedera dan Jurrien Timber yang belum pulih sepenuhnya.

Keputusan itu berujung petaka pada menit ke-65. Mosquera melakukan pelanggaran ceroboh terhadap Khvicha Kvaratskhelia di dalam kotak penalti setelah kalah mengantisipasi pergerakan sang winger. Ousmane Dembele yang menjadi eksekutor sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

PSG terus mendominasi laga dengan catatan penguasaan bola mencapai 75 persen. Tim asal Prancis itu nyaris memastikan kemenangan pada waktu normal lewat peluang Kvaratskhelia yang membentur tiang gawang serta percobaan Vitinha dari luar kotak penalti.

Arsenal sempat melancarkan perlawanan pada fase akhir pertandingan setelah Arteta mengganti lini serang. Momentum kontroversial terjadi ketika pemain pengganti Noni Madueke terjatuh dalam duel dengan Nuno Mendes di area penalti.

Namun wasit Daniel Siebert menolak klaim penalti Arsenal, memicu protes keras dari kubu London Utara yang berujung kartu kuning bagi Declan Rice dan Arteta.

Setelah babak tambahan berlangsung sengit tanpa gol tambahan, pemenang akhirnya ditentukan lewat adu penalti.

PSG tampil lebih tenang dalam babak penentuan. Goncalo Ramos dan Desire Doue berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Meski tendangan Nuno Mendes sempat digagalkan kiper Arsenal David Raya, PSG tetap unggul setelah Eberechi Eze gagal memanfaatkan peluang untuk Arsenal.

Empat penendang berikutnya sama-sama sukses mencetak gol hingga Gabriel Magalhaes gagal menjalankan penalti penentuan. Tendangan bek asal Brasil itu melambung di atas mistar, memastikan kemenangan PSG sekaligus mempertahankan trofi Liga Champions.

Meski menjadi sosok yang gagal mengeksekusi penalti krusial, Gabriel tetap tampil impresif sepanjang pertandingan bersama Saliba dalam menjaga ketat lini belakang Arsenal.

Di sisi lain, keberhasilan ini semakin menegaskan sentuhan tangan dingin Luis Enrique. Sejak mengambil alih PSG pada musim panas 2023, pelatih asal Spanyol itu berhasil membangun tim yang solid dengan mengandalkan perpaduan gaya bermain berbasis penguasaan bola dan talenta muda elite.

PSG juga mencatat sejarah sebagai tim kedua di era Liga Champions yang mampu mempertahankan gelar secara beruntun setelah Real Madrid yang pernah meraih tiga gelar berturut-turut pada 2016 hingga 2018.

Keberhasilan ini sekaligus melengkapi raihan gelar ganda PSG di level domestik dan Eropa musim ini. [Sumber: BBC]