Rektor UIN Ar-Raniry Dorong BSN Jadi Motor Ekonomi Syariah Nasional

| © Hak cipta foto diatas dikembalikan sepenuhnya kepada pemilik foto.

DONYAPOST, Banda Aceh — Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg berharap Bank Syariah Nasional (BSN) mampu menjadi motor penguatan ekonomi syariah di Indonesia sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan Mujiburrahman saat membuka kuliah umum bersama Komisaris Utama BSN di Auditorium Prof Ali Hasyimi UIN Ar-Raniry, Selasa (19/5/2026).

Dalam sambutannya, Mujiburrahman menyampaikan apresiasi terhadap transformasi kelembagaan yang dilakukan BSN. Menurutnya, proses perubahan berjalan baik tanpa menimbulkan gejolak berarti dan kini mulai menunjukkan perkembangan positif.

“Kami menyampaikan tahniah atas transformasi kelembagaan yang berjalan lancar. Harapannya BSN terus tumbuh sehat, berkembang besar, dan menjadi bank kebanggaan Indonesia,” kata Mujiburrahman.

Ia menegaskan, kehadiran lembaga keuangan syariah tidak semata berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga harus menjadi instrumen kebaikan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya umat Islam.

Karena itu, perguruan tinggi dinilai perlu terus membangun kemitraan strategis dengan industri keuangan syariah guna memperkuat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Menurut Mujiburrahman, isu penguatan ekonomi nasional dan stabilitas fiskal menjadi hal penting yang harus dipahami generasi muda, terutama mahasiswa. Ia menilai kuliah umum bertema fungsi keuangan negara dan ekonomi syariah sangat relevan di tengah tantangan ekonomi global saat ini.

Ia juga menyoroti fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat yang berdampak langsung terhadap pembangunan nasional dan daya beli masyarakat.

“Kita berharap berbagai persoalan ekonomi nasional dapat segera diatasi sehingga pembangunan tidak terganggu dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Mujiburrahman berharap mahasiswa UIN Ar-Raniry semakin memahami fungsi anggaran negara, kebijakan fiskal, serta peran ekonomi syariah dalam pembangunan nasional. Ia juga mendorong mahasiswa menjadi pionir pengembangan ekonomi syariah di masa depan.

Sementara itu, Komisaris Utama BSN, Prof Dr Bahrullah Akbar MBA memaparkan materi bertajuk “Fungsi Keuangan Negara” yang membahas peran strategis kebijakan fiskal, moneter, dan pengelolaan keuangan negara dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Dalam paparannya, Bahrullah menjelaskan lima elemen penting dalam keuangan negara, yakni pendapatan negara, pengeluaran negara, utang publik, kebijakan fiskal, dan stabilitas ekonomi.

Ia menekankan pentingnya fungsi fiskal pemerintah melalui APBN dan APBD untuk mendukung pembangunan nasional, pemerataan kesejahteraan, serta menjaga stabilitas ekonomi.

Menurutnya, tata kelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel menjadi fondasi utama dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

“Good governance dan akuntabilitas adalah kunci utama pengelolaan anggaran publik yang sehat dan berkelanjutan,” kata Bahrullah.