DONYAPOST, Banda Aceh — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh resmi menjadwal ulang pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) menjadi 8–9 Mei 2026, setelah sebelumnya direncanakan berlangsung pada 25 April 2026.
Ketua Panitia Pelaksana, Drs. HT Rayuan Sukma, mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kesiapan panitia serta peserta dari daerah.
“Dengan segala pertimbangan termasuk kesiapan panitia serta rekan-rekan dari daerah, kita pastikan kegiatan Rakerda KONI Aceh akan berlangsung tanggal 8–9 Mei 2026 mendatang di Banda Aceh,” ujarnya, Rabu (22/4/2026), saat memimpin rapat persiapan di ruang rapat utama Sekretariat KONI Aceh.
Dalam rapat tersebut, Rayuan menegaskan pentingnya keseriusan seluruh panitia dalam menyukseskan salah satu agenda utama KONI Aceh itu. Ia meminta seluruh jajaran bekerja maksimal, tidak hanya pada aspek teknis seperti lokasi, akomodasi, dan undangan, tetapi juga pada substansi materi yang akan dibahas.
“Kunci dari semua ini adalah keseriusan kita untuk all out, agar acara Rakerda berlangsung sukses dan sesuai dengan tuntutan organisasi,” tegasnya.
Rapat persiapan turut dihadiri Wakil Ketua III KONI Aceh Dr. Mansur, Kepala Sekretariat KONI Aceh Alfian Zuhri, serta sejumlah kepala bidang yang terlibat dalam kepanitiaan.
Rakerda nantinya akan membahas rencana program kerja setiap bidang yang akan dipaparkan oleh Sekretaris Umum KONI Aceh atau pihak yang ditunjuk, sebagai upaya efisiensi waktu. Selain itu, akan dibentuk dua komisi yang bertugas menggodok program kerja serta isu-isu yang dinilai mendesak.
Dari sisi kepesertaan, Agus Sani dari Bidang Keuangan menjelaskan bahwa peserta Rakerda terdiri dari jajaran KONI Aceh, KONI kabupaten/kota, serta unsur Pengprov cabang olahraga. Namun, untuk efisiensi anggaran, jumlah perwakilan dibatasi maksimal dua orang dari masing-masing KONI kabupaten/kota dan Pengprov.
“Kebijakan ini kita ambil untuk memastikan kesiapan akomodasi, konsumsi, serta atribut lainnya, sesuai dengan plafon anggaran yang tersedia,” jelasnya.
Rakerda juga akan membahas status keanggotaan Pengprov cabang olahraga yang akan menjadi bagian dari KONI Aceh, dengan tetap mengacu pada regulasi, termasuk kecukupan cabang di daerah serta hasil verifikasi lapangan.
Sementara itu, Dr. Mansur menambahkan bahwa pembahasan tersebut akan dikaji dalam rapat komisi sebelum dibawa ke pleno Rakerda.
Untuk peserta dari kabupaten/kota, panitia menyiapkan fasilitas penginapan dengan sistem full board, termasuk mempertimbangkan kondisi peserta dari Pulau Simeulue yang bergantung pada jadwal transportasi laut.
Rakerda KONI Aceh ini juga direncanakan mengundang Ketua KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman atau perwakilannya, serta akan dibuka oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf.
Dengan penjadwalan ulang ini, panitia menargetkan Rakerda tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menghasilkan keputusan strategis bagi arah pembinaan olahraga Aceh ke depan.






