DONYAPOST, Banda Aceh — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh menggelar buka puasa bersama jajaran pengurus provinsi (Pengprov) cabang olahraga, atlet, dan insan olahraga Aceh di Hall Seuramoe Angkat Besi, Stadion Harapan Bangsa (SHB), Lhong Raya, Minggu (8/3/2026) sore.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir yang mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), perwakilan Polda Aceh, Kodam Iskandar Muda, serta para pelatih dan atlet dari berbagai cabang olahraga di Tanah Rencong.
Suasana buka puasa bersama berlangsung khidmat dengan tausiah yang disampaikan Ustaz Masrul Aidi serta penyerahan santunan kepada anak yatim.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum KONI Aceh Saiful Bahri atau yang akrab disapa Pon Yaya mengajak seluruh hadirin mengenang sosok mantan Ketua Umum KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak, yang wafat pada Ramadhan 1446 Hijriah atau pada bulan puasa tahun lalu.
Menurut Pon Yaya, Abu Razak merupakan sosok yang memiliki peran besar dalam mengangkat prestasi olahraga Aceh selama satu dekade terakhir.
“Semangat kebersamaan yang diwariskan almarhum harus terus dijaga, terutama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Aceh, termasuk bencana yang sempat melanda daerah ini,” ujar Pon Yaya yang juga anggota DPRA.
Selain mengenang almarhum, Pon Yaya juga memaparkan perkembangan program pembinaan olahraga di Aceh. Ia menegaskan bahwa meskipun menghadapi berbagai hambatan, pembinaan atlet tetap berjalan.
Menurutnya, Pra-PORA 2026 tengah dipersiapkan sebagai langkah menuju Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2027 di Aceh Jaya, sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju PON 2028.
Sementara itu, Sekda Aceh M Nasir dalam sambutannya menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang tidak dapat hadir dalam kegiatan tersebut.
M Nasir juga memaparkan kondisi Aceh yang saat ini masih berada dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi setelah dilanda bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh tersebut menyebabkan kerusakan cukup parah dan berdampak pada berbagai sektor, termasuk dunia olahraga.
“Dunia olahraga juga sangat terdampak dari bencana dahsyat tersebut,” kata M Nasir.
Ia menjelaskan salah satu dampaknya adalah penundaan pelaksanaan PORA yang semula direncanakan berlangsung tahun ini di Aceh Jaya.
Dalam tausiahnya, Ustaz Masrul Aidi mengingatkan pentingnya kebersamaan, keikhlasan, serta memperkuat silaturahmi di bulan suci Ramadhan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut juga sejalan dengan semangat olahraga yang menjunjung tinggi kerja sama tim, disiplin, dan solidaritas.
“Ramadhan harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian. Olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga tentang nilai sosial dan kebersamaan,” ujarnya.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut juga dirangkai dengan penyerahan santunan kepada anak yatim yang dilakukan setelah seluruh hadirin menyelesaikan buka puasa.
Ketua Harian KONI Aceh Kennedi Husen menambahkan, momentum buka puasa ini menambah suasana haru sekaligus menjadi simbol bahwa olahraga Aceh tidak hanya fokus pada kompetisi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat.
Melalui kegiatan ini, kata dia, KONI Aceh berharap dapat mempererat silaturahmi antara pemerintah, atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, serta masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun prestasi olahraga Aceh ke depan. (id64)








