Berita  

Tumad: Setahun Illiza–Afdhal, Banda Aceh Makin “Dithe le Donya”

Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad bersama Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal

DONYAPOST, Banda Aceh — Tepat 12 Februari 2026 menandai satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal–Afdhal Khalilullah.

Pasangan ini dilantik oleh Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dalam sidang paripurna DPRK Banda Aceh, disertai semangat kolaborasi lintas lembaga pemerintahan.

Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, menilai satu tahun kepemimpinan Illiza–Afdhal membawa citra Banda Aceh semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Dalam satu tahun pemerintahan Illiza–Afdhal, Kota Banda Aceh semakin dithe le donya (dikenal dunia). Terlihat dari banyaknya kiprah, penghargaan, serta tokoh nasional dan internasional yang datang berkunjung dan berkolaborasi dengan pemerintah kota. Ini kemajuan yang patut diapresiasi,” ujarnya.

Menurutnya, roda pemerintahan juga berjalan relatif kondusif dengan sinergi antarlembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Di tengah keterbatasan fiskal, sejumlah program pembangunan dinilai mulai tertata dan menunjukkan arah yang jelas.

Dalam aspek penegakan syariat Islam, Tuanku Muhammad menyebut kepemimpinan Illiza–Afdhal menunjukkan langkah yang lebih terasa melalui razia, pembinaan masyarakat, dan penguatan kebijakan syariat. Namun, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.

“Masih banyak PR dalam penegakan syariat Islam, tetapi arah kebijakan sudah terlihat,” katanya.

Ia menambahkan, evaluasi komprehensif belum dapat dilakukan mengingat masa kepemimpinan baru berjalan satu tahun. Keberhasilan pemerintahan, kata dia, harus diukur melalui capaian visi dan misi yang tertuang dalam RPJMD sebagai indikator pembangunan jangka menengah.

Menghadapi tahun kedua pemerintahan, Tuanku Muhammad berharap pasangan Illiza–Afdhal dapat mempercepat laju pembangunan, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka pengangguran di Banda Aceh.

“Tahun kedua harus menjadi momentum tancap gas pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga,” tegasnya.