Berita  

58 Ahli Waris Korban Banjir–Longsor Aceh Timur Terima Santunan

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si. menyerahkan santuan Kemensos kepada Ahli Waris Korban Banjir di Aula Serbaguna Pendopo Idi, Kamis (29/1/2026).

DONYAPOST, Idi — Sedikitnya 58 ahli waris korban banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Timur menerima santunan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Penyerahan santunan dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si. di Aula Serbaguna Pendopo Idi, Kamis (29/1/2026).

Santunan tersebut diberikan kepada ahli waris korban bencana yang tersebar di 18 kecamatan, dengan nilai bantuan Rp15 juta per ahli waris. Bantuan ini merupakan bagian dari respons pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial untuk meringankan beban keluarga korban yang terdampak bencana alam.

Bupati Al-Farlaky menegaskan, penyaluran santunan ini menjadi bukti kehadiran negara di tengah masyarakat yang tertimpa musibah. Menurutnya, banjir dan longsor yang melanda Aceh Timur telah menimbulkan dampak serius terhadap berbagai aspek kehidupan, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.

“Dalam menghadapi musibah, sudah menjadi kewajiban kita semua untuk saling membantu. Bencana ini berat, namun di saat yang sama kita melihat kuatnya nilai gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial yang menjadi jati diri masyarakat Aceh Timur,” ujar Al-Farlaky.

Ia berharap, santunan tersebut dapat menjadi penguat bagi keluarga korban untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan pascabencana.

Adapun penerima santunan tersebar di Kecamatan Idi Rayeuk (13 orang), Pante Bidari (16), Simpang Ulim (3), Rantau Peureulak (3), Peunaron (3), Madat (3), Idi Tunong (3), serta kecamatan lainnya seperti Banda Alam, Peudawa, Peureulak Barat, Julok, Birem Bayeun, Nurussalam, Peureulak, Peureulak Timur, Simpang Jernih, dan Darul Ihsan.

Dalam kesempatan itu, Al-Farlaky juga menyoroti besarnya dampak kerusakan pascabencana yang mencapai Rp7,2 triliun. Ia menegaskan Aceh Timur membutuhkan dukungan serius pemerintah pusat untuk pemulihan infrastruktur, mulai dari jembatan, sekolah, puskesmas, rumah sakit, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Selain itu, percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) terus dilakukan agar warga tidak lagi tinggal di tenda menjelang Ramadan. “Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan aman dan layak,” pungkasnya.

Bupati turut mengapresiasi Forkopimda Aceh Timur atas koordinasi yang terjaga sehingga penanganan bencana dan penyaluran bantuan berjalan lancar.