PB Perserosi Ambil Alih Perserosi Aceh, Kennedi Husen Pimpin Tim Caretaker

DONYAPOST, Banda Aceh — Kisruh internal Pengprov Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Aceh sejak 2025 berujung pada pengambilalihan kepengurusan oleh Pengurus Besar (PB) Perserosi.

Terhitung 8 September 2026, PB Perserosi menunjuk Kennedi Husen SE sebagai Ketua Tim Caretaker Perserosi Aceh.

Penunjukan tersebut tertuang dalam SK PB Perserosi Nomor 031 Tahun 2026 yang ditandatangani Ketua Umum PB Perserosi, Dr H Velix V Wanggai SIP MPA.

Tim caretaker yang dipimpin Kennedi terdiri atas Muslim HS SAB, T Feriansyah, Eka Julianti SI Kom, Sandra Erawanto SSTP, Dr Alfroki Martha, dan Atik Kusmiati SH.

Tim tersebut mendapat tugas utama membentuk kepengurusan sementara sekaligus segera melaksanakan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Perserosi Aceh untuk memilih pengurus definitif periode empat tahun ke depan.

Sebelumnya, Pengprov Perserosi Aceh dipimpin Sulaiman yang terpilih secara aklamasi untuk periode 2025-2029. Sulaiman terpilih melalui Musprov Perserosi Aceh pada 23-25 Agustus 2025 di Hotel Garuda Banda Aceh.

Saat itu, 12 pengcab Perserosi se-Aceh sepakat memilih Sulaiman menggantikan Faisal untuk memimpin organisasi periode 2025-2029.

Namun, kepengurusan tersebut kemudian dilanda kisruh internal. Kondisi itu akhirnya mendorong PB Perserosi mengambil alih kepengurusan Pengprov Perserosi Aceh dan menerbitkan SK caretaker.

Kennedi yang dihubungi awak media, Rabu (16/9/2026) di Jakarta, mengakui telah menerima SK tersebut.

“Iya, saya baru saja menerima SK itu hari ini dalam bentuk PDF dan segera akan dikirimkan hard copy-nya oleh pihak PB Perserosi. Dengan nawaitu ingin memberikan yang terbaik untuk Perserosi Aceh, terutama mewujudkan organisasi yang kondusif dan saling memberi masukan dan mengingatkan, saya menerima amanah tersebut,” kata Kennedi Husen.

Menurut Kennedi, langkah pertama yang akan dilakukan adalah konsolidasi internal Pengprov Perserosi Aceh untuk mengetahui akar permasalahan yang sebenarnya, sekaligus mencari solusi yang tepat.

“Setelah permasalahan itu diketahui secara komprehensif, kita akan segera menggelar Musprovlub Perserosi Aceh, hingga terpilih figur-figur yang kredibel dan diterima di kalangan internal,” ujar Kennedi.

Kennedi yang juga Ketua Harian KONI Aceh itu optimistis rangkaian pertemuan konsolidasi internal dapat mengungkap secara persis dan presisi akar persoalan yang memicu kisruh berkepanjangan di tubuh Perserosi Aceh. Dari proses tersebut, ia berharap ditemukan solusi untuk mengatasinya.

Perserosi Aceh sebelumnya mencatat prestasi pada PON XXI Aceh-Sumut 2024. Kontingen Aceh meraih empat medali emas dan satu medali perunggu.

Capaian tersebut dinilai sebagai buah dari pembinaan prestasi serta komitmen atlet dalam memberikan yang terbaik bagi Tanah Rencong.

“Kita ingin agar prestasi serupa terulang di PON NTB/NTT tahun 2028. Namun tentu saja ini sangat tergantung dengan kondusivitas internal Perserosi Aceh itu sendiri sejak jauh hari sebelum PON NTB/NTT,” pungkas Kennedi. []