DONYAPOST, Simeulue — Harapan baru tumbuh di kalangan perajin Simeulue setelah Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Marlina Muzakir atau akrab disapa Kak Na, memastikan pelatihan berskala nasional akan digelar di Simeulue pada 2027.
Tak hanya membawa bantuan mesin produksi, istri Gubernur Aceh itu juga datang membawa komitmen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk kerajinan daerah.
Komitmen tersebut disampaikan saat Kak Na mengunjungi Desa Kerajinan Salur Latun, Kecamatan Teupah Barat, Selasa (4/8/2026), dalam rangka pembinaan perajin sekaligus menyerahkan bantuan satu unit mesin jahit dan satu unit mesin obras.
“Kunjungan dan pembinaan ke Desa Kerajinan merupakan salah satu upaya Dekranasda Aceh dalam mewujudkan perajin lokal yang kreatif, inovatif, berdaya saing, dan tentu saja sejahtera secara ekonomi,” ujar Kak Na.
Didampingi Ketua Harian Dekranasda Aceh yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh T. Adi Darma, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Aceh Reza Ferdian, serta Ketua Dekranasda Simeulue Lulu El Zahrah M. Nasrun, Kak Na memilih tidak sekadar menyerahkan bantuan. Ia menggelar dialog terbuka dengan para perajin dari berbagai desa di Kecamatan Teupah Barat.
Dalam suasana santai, satu per satu perajin menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Mulai dari keterbatasan fasilitas produksi, minimnya akses pelatihan, hingga kesulitan mengembangkan motif, kombinasi warna, dan permodalan usaha.
Mendengar berbagai keluhan tersebut, Kak Na langsung merespons dengan menyiapkan program peningkatan kapasitas bagi perajin Simeulue.
“Ibu-ibu, terkait pelatihan, Insya Allah tahun 2027 Dekranasda akan menggelar pelatihan untuk para perajin di Simeulue. Pematerinya langsung kita datangkan dari Jakarta, kita bawa ke Simeulue untuk melatih ibu-ibu para perajin,” katanya.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk kerajinan Simeulue sehingga memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Sebelumnya, Ketua Dekranasda Simeulue, Lulu El Zahrah M. Nasrun, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Dekranasda Aceh kepada para perajin di daerah kepulauan tersebut.
Menurutnya, kunjungan Ketua Dekranasda Aceh tidak hanya memberikan semangat bagi para perajin, tetapi juga membuka peluang pembinaan yang lebih terarah untuk mengembangkan industri kerajinan lokal sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat. []






