DONYAPOSt, Meulaboh — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kembali menggelar gotong royong rutin setiap Jumat dengan membersihkan kawasan wisata Pantai Suak Ribe, Kecamatan Johan Pahlawan, Jumat (31/7/2026).
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kembali menggelar gotong royong rutin setiap Jumat dengan membersihkan kawasan wisata Pantai Suak Ribe, Kecamatan Johan Pahlawan, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan sekaligus menjaga daya tarik destinasi wisata unggulan daerah.
Gotong royong dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, ST., MT., MH., didampingi Asisten II Ruswaidi dan Asisten III Safrizal. Kegiatan tersebut diikuti para kepala perangkat daerah serta ratusan aparatur sipil negara (ASN).
Pembersihan difokuskan di kawasan pesisir, area wisata, kafe, dan sepanjang garis pantai yang menjadi salah satu lokasi favorit masyarakat.
Plt Sekda Aceh Barat, Kurdi, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar memiliki kesadaran menjaga kebersihan kawasan wisata.
“Kita berharap tumbuh kesadaran masyarakat maupun para pengunjung untuk ikut berpartisipasi dengan tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang garis pantai. Hari ini seluruh ASN juga hadir untuk mengedukasi diri sendiri sekaligus memberi contoh kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil pembersihan menunjukkan dua jenis sampah yang paling banyak ditemukan, yakni sampah plastik berupa botol minuman dan kemasan makanan ringan yang ditinggalkan pengunjung, serta sampah organik seperti daun, pelepah kelapa, dan ranting pohon.
Menurut Kurdi, persoalan sampah di kawasan wisata merupakan tantangan yang hampir selalu ditemui. Karena itu, ia mengimbau pengunjung memanfaatkan tempat sampah yang telah disediakan atau membawa kembali sampah yang dihasilkan selama berwisata.
“Kalau datang membawa sampah, saat pulang sebaiknya dibawa kembali. Semakin bersih tempat wisata, tentu akan semakin nyaman dan menarik untuk dikunjungi,” katanya.
Kurdi menyebutkan timbulan sampah di Kabupaten Aceh Barat pada hari biasa mencapai sekitar 36 ton per hari. Khusus di kawasan pesisir, sebagian sampah berasal dari aktivitas pengunjung, sementara sisanya merupakan sampah kiriman yang terbawa arus laut dan terdampar di sepanjang pantai.
Dalam setiap gotong royong tematik, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengerahkan dua armada pengangkut sampah berkapasitas 4–6 meter kubik per armada atau sekitar 8 meter kubik sampah setiap kegiatan.
Meski demikian, Kurdi menegaskan tujuan utama gotong royong bukan sekadar mengangkut sampah, melainkan menumbuhkan budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Penanganan sampah adalah tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Aceh Barat. Melalui gotong royong ini kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan kewajiban semua pihak,” pungkasnya. []






