Kampus  

UTU Dorong Santri dan Mahasiswa Jadi Pemimpin Masa Depan

DONYAPOST, Banda Aceh – Universitas Teuku Umar (UTU) memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan dan perlindungan mahasiswa dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Meulaboh dan Dayah Terpadu Nurul Ikhwah Nagan Raya.

Penandatanganan kerja sama tripartit tersebut berlangsung di Ruang Rapat Senat Gedung Kuliah Terintegrasi (GKT) UTU, baru-baru ini.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memberikan perlindungan jaminan sosial bagi mahasiswa yang menjalani program magang dan praktik kerja lapangan.

Prosesi penandatanganan dihadiri langsung Rektor UTU Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., bersama para wakil rektor, dekan, dan jajaran pimpinan universitas.

Dari BPJS Ketenagakerjaan hadir Kepala Kantor Cabang Meulaboh Fachri Idris, Kepala Dinas Tenaga Kerja Aceh Barat Abdullah, serta Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Sutio Hartono.

Sementara Dayah Terpadu Nurul Ikhwah diwakili Pimpinan Dayah H. Surianto Sudirman, Lc., MA., Ketua Yayasan H. Adifal Susanto, M.Si., serta unsur pimpinan sekolah di lingkungan dayah tersebut.

Dalam sambutannya, Rektor UTU Prof. Ishak Hasan menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya kampus membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan.

“Orientasi UTU bukan hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga melahirkan generasi masa depan yang mampu menjadi inovator dan pemimpin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Meulaboh, Fachri Idris, menjelaskan bahwa mahasiswa yang mengikuti program magang berhak memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 2021.

Menurutnya, regulasi tersebut memungkinkan mahasiswa magang, peserta praktik kerja lapangan, maupun tenaga kerja praktik mendapatkan perlindungan atas berbagai risiko kerja.

“Mahasiswa yang menjalani magang akan mendapatkan perlindungan dari risiko kecelakaan kerja, termasuk saat perjalanan dari rumah menuju lokasi magang maupun sebaliknya,” kata Fachri.

Ia menambahkan, peserta juga memperoleh manfaat biaya pengobatan tanpa batas sesuai kebutuhan medis apabila mengalami kecelakaan kerja, serta santunan kematian sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, Pimpinan Dayah Terpadu Nurul Ikhwah, H. Surianto Sudirman, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, UTU telah menjadi salah satu tujuan utama para lulusan dayah untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

“Kami berharap para santri yang melanjutkan studi di UTU dapat berkembang menjadi insan yang unggul secara akademik, berakhlak mulia, serta mampu berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan dokumen kerja sama, pertukaran plakat, dan foto bersama sebagai simbol dimulainya kolaborasi jangka panjang antara UTU, BPJS Ketenagakerjaan, dan Dayah Terpadu Nurul Ikhwah.