DONYAPOST, Meulaboh — Dua mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Teuku Umar (UTU), Melisa Amanda dan Jesica Anggia Sari, mengukir prestasi di tingkat nasional setelah meraih Silver Medal kategori Business Plan pada ajang National Excellence Competition di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (30/5/2026).
Dalam kompetisi yang diikuti 134 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia itu, tim UTU tampil membawa gagasan bisnis berbasis potensi lokal Aceh Barat melalui optimalisasi ikan tongkol, komoditas perikanan yang melimpah di wilayah tersebut.
Melalui konsep bisnis yang mereka susun, Melisa dan Jesica menawarkan pengembangan makanan khas Aceh dengan memanfaatkan ikan tongkol sebagai produk bernilai tambah.
Inovasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperluas pasar kuliner Aceh ke tingkat nasional, tetapi juga mendukung peningkatan ekonomi nelayan lokal.
Melisa Amanda mengaku tidak menyangka ide bisnis yang mereka usung mampu bersaing di tengah ketatnya kompetisi nasional.
“Kami sangat bersyukur dan tidak menyangka dapat meraih Silver Medal di tengah persaingan yang begitu ketat. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan ide yang telah kami susun serta berkontribusi melalui inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Melisa.
Prestasi kedua mahasiswi itu mendapat apresiasi dari pihak fakultas. Dekan FEB Universitas Teuku Umar, Dr Hamdi Harmen SE MM, menyebut pencapaian tersebut menjadi bukti daya saing mahasiswa UTU di level nasional.
Menurutnya, kemampuan mahasiswa dalam mengangkat potensi lokal Aceh Barat menjadi konsep bisnis kreatif menunjukkan kepedulian terhadap pengembangan ekonomi daerah sekaligus memperkuat citra akademik kampus.
“Prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa UTU memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional. Kreativitas dalam mengangkat potensi lokal Aceh Barat menjadi sebuah perencanaan bisnis tidak hanya mengharumkan nama universitas, tetapi juga menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap sektor ekonomi daerah,” kata Hamdi.
Ia berharap keberhasilan tersebut mampu memantik semangat inovasi mahasiswa lain untuk terus melahirkan gagasan kreatif berbasis potensi daerah yang memiliki dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.






