DONYAPOST, Banda Aceh — Kloter pertama calon jemaah haji (CJH) Aceh resmi diberangkatkan dari Asrama Haji Embarkasi Aceh, Selasa (5/5/2026).
Sebanyak 393 jemaah asal Banda Aceh dan Aceh Besar memulai perjalanan menuju Tanah Suci sebagai bagian dari total sekitar 5.500 CJH Aceh tahun ini.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dalam arahannya menekankan pentingnya kesiapan lahir dan batin sebelum menunaikan ibadah haji. Ia mengingatkan jemaah agar membersihkan hati dari sifat hasad, dengki, dendam, dan kesombongan.
“Jangan curiga kepada sesama, bersihkan hati. Itu menjadi salah satu bagian penting dalam kesempurnaan ibadah haji,” ujar Mualem.
Selain kesiapan spiritual, Mualem juga menyoroti pentingnya kondisi fisik. Ia mengingatkan bahwa rangkaian ibadah haji seperti tawaf, sai, dan lempar jumrah membutuhkan stamina yang prima.
Karena itu, jemaah diminta menjaga kesehatan, kesabaran, serta menjunjung tinggi kebersamaan selama berada di Tanah Suci.
“Fokus kita adalah ibadah. Mudah-mudahan saat wukuf, Allah menerima seluruh amal ibadah kita dan kita kembali seperti bayi tanpa dosa,” katanya.
Mualem juga menegaskan peran penting petugas haji dalam memastikan seluruh proses berjalan tertib dan aman. Ia meminta petugas untuk terus memantau serta mendampingi jemaah selama pelaksanaan ibadah.
Dalam kesempatan tersebut, Mualem turut menyampaikan adanya kemungkinan dukungan dana wakaf Baitul Asyi bagi jemaah haji Aceh tahun ini, yang diperkirakan berkisar antara 2.500 hingga 3.000 riyal per jemaah.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Aceh, Arijal, menyebutkan total CJH Aceh tahun ini mencapai sekitar 5.500 orang yang terbagi dalam 14 kelompok terbang (kloter). Ia juga mengungkapkan bahwa jemaah tertua berasal dari Kota Langsa dengan usia 102 tahun.
“Untuk kloter pertama ini berasal dari Banda Aceh dan Aceh Besar dengan jumlah 393 jemaah,” kata Arijal.
Ia menambahkan, jumlah pendaftar haji di Aceh saat ini mencapai sekitar 140 ribu orang. Masa tunggu keberangkatan pun berada di kisaran 26 tahun, menurun dibandingkan sebelumnya yang mencapai 34 tahun.
Pelepasan kloter pertama ini menandai dimulainya rangkaian pemberangkatan jemaah haji Aceh tahun 2026, dengan harapan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta memperoleh haji mabrur.






