DONYAPOST, Kota Jantho — Bupati Aceh Besar Muharram Idris meluncurkan situs web Galeri Budaya Aceh di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Sabtu (2/5/2026), sebagai upaya digitalisasi dan pelestarian warisan budaya di tengah perkembangan teknologi.
Peluncuran yang dirangkai dengan pemutaran film dan diskusi budaya ini merupakan bagian dari program Karya Kreatif Inovatif Dana Indonesiana yang didukung Kementerian Kebudayaan.
Muharram Idris menegaskan, pelestarian budaya menjadi penting untuk menjaga identitas masyarakat Aceh di tengah arus globalisasi. Ia menilai, upaya tersebut tidak hanya mencakup benda sejarah, tetapi juga bahasa sebagai bagian dari jati diri daerah.
“Kita harus memahami sejarah dan menjaga budaya kita, termasuk bahasa Aceh, agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan pelestarian budaya semakin kompleks akibat pengaruh urbanisasi dan perubahan pola hidup masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat aktif dalam menjaga warisan budaya.
Ketua panitia, Al Kindi Mahlil Idham, mengatakan kehadiran platform digital Galeri Budaya Aceh bertujuan mendokumentasikan arsip budaya secara lebih aman dan mudah diakses.
“Digitalisasi ini menjadi langkah awal untuk menjaga benda dan nilai sejarah agar tetap lestari, meskipun secara fisik rentan rusak atau hilang,” katanya.
Melalui situs tersebut, berbagai dokumentasi budaya Aceh diharapkan dapat diakses masyarakat luas, sekaligus menjadi sumber edukasi dan referensi.
Selain peluncuran, kegiatan ini juga menghadirkan diskusi bersama pegiat sejarah dan budaya sebagai forum merumuskan penguatan ekosistem kebudayaan di Aceh.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap inisiatif ini memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan budaya, sekaligus memanfaatkan teknologi sebagai sarana pelestarian di era digital.






