Berita  

BPMA dan PGE Sosialisasikan Pemboran Sumur Rayeu D-1

Foto via Waspada.id | © Hak cipta foto diatas dikembalikan sepenuhnya kepada pemilik foto.

DONYAPOST, Badan Aceh — Pengelola Migas Aceh (BPMA) bersama PT Pema Global Energi (PGE) menyosialisasikan rencana pemboran eksplorasi sumur Rayeu D-1 kepada para pemangku kepentingan di Aceh Utara, Kamis (30/4/2026), sebagai langkah memperpanjang masa produksi migas di Wilayah Kerja B.

Kegiatan sosialisasi berlangsung di Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil, Wakil Bupati Tarmizi, Ketua DPRK Arafat Ali, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta Camat Baktiya.

General Manager PGE, Andika Mahardika, melalui Field Manager PGE Agung Widyantoro, menjelaskan bahwa pemboran sumur Rayeu D-1 merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan produksi migas di Lapangan Arun yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun sejak era Mobil Oil.

“Pemboran ini menjadi bagian dari komitmen pasti PGE bersama pemerintah, dalam hal ini BPMA, untuk menemukan sumber migas baru di Wilayah Kerja B,” ujar Andika.

Ia menambahkan, PGE sebelumnya telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi, seperti pemboran sumur A-55 dan Rayeu C-1, survei seismik tiga dimensi berskala besar, serta peningkatan fasilitas produksi di Cluster 4.

Menurutnya, seluruh langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi migas sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya di Aceh Utara.

Sementara itu, Kepala Divisi Formalitas dan Hubungan Eksternal BPMA, Irham M Amin, menegaskan bahwa kegiatan pemboran ini juga mendukung target nasional produksi migas pada 2030.

“Eksplorasi ini menjadi bagian dari upaya mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” kata Irham.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terhadap aktivitas operasional migas yang selama ini berjalan kondusif.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pemboran tersebut. Wakil Bupati Tarmizi, mewakili Bupati, menegaskan bahwa kegiatan ini dapat mendorong investasi dan kebangkitan ekonomi daerah.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini. Sosialisasi seperti ini penting agar komunikasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat berjalan baik,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran investasi di sektor migas diharapkan mampu menggerakkan kembali perekonomian Aceh Utara serta membuka peluang bagi investor lainnya. [wspid]