Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih 6 Persen

| © Hak cipta foto diatas dikembalikan sepenuhnya kepada pemilik foto.

DONYAPOST, Jakarta — Harga minyak dunia kembali melonjak tajam lebih dari 6 persen pada perdagangan Senin (20/4/2026), dipicu penutupan kembali Selat Hormuz di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Mengutip Reuters, harga minyak Brent naik US$6,11 atau 6,76 persen ke level US$96,49 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak US$6,53 atau 7,79 persen menjadi US$90,38 per barel.

Lonjakan ini terjadi setelah harga minyak sempat anjlok lebih dari 9 persen pada Jumat (17/4), menyusul kabar pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz saat gencatan senjata berlangsung. Namun situasi berubah cepat setelah kedua negara saling menuding pelanggaran kesepakatan.

Amerika Serikat dan Iran saling menuduh melakukan serangan terhadap kapal di akhir pekan, yang berujung pada kembali ditutupnya jalur distribusi energi paling vital di dunia tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengklaim militer negaranya menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade. Sebaliknya, Iran menyatakan tidak akan melanjutkan perundingan damai, meski mendapat ancaman serangan udara baru dari Washington.

Selama hampir dua bulan konflik berlangsung, AS mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran. Di sisi lain, Iran sempat membuka, lalu kembali menutup Selat Hormuz yang selama ini mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Kepala Riset MST Marquee, Saul Kavonic, menilai pasar minyak saat ini sangat sensitif terhadap perkembangan informasi, terutama pernyataan dari kedua negara di media sosial.

“Pasar minyak terus bergejolak sebagai respons terhadap pernyataan yang berubah-ubah, sementara kondisi di lapangan masih belum mendukung pemulihan arus pasokan secara cepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaku industri pelayaran kini cenderung berhati-hati untuk kembali melintasi Selat Hormuz tanpa jaminan keamanan yang jelas.

Meski demikian, data Kpler mencatat lebih dari 20 kapal masih melintasi jalur tersebut pada Sabtu, mengangkut minyak, gas, hingga komoditas lainnya. Hal ini menunjukkan aktivitas terbatas masih berlangsung di tengah ketegangan yang belum mereda. [cnni]