Berita  

Wali Nanggroe Dorong AMANAH Perkuat SDM Pemuda Aceh

© Hak cipta foto diatas dikembalikan sepenuhnya kepada pemilik foto.

DONYAPOST, Banda Aceh — Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haythar Malik Mahmud Al Haythar menegaskan pentingnya pengembangan kapasitas generasi muda sebagai motor pembangunan Aceh saat menerima audiensi pengurus Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) di Meuligoe Wali Nanggroe, Kamis (16/4/2026).

Dalam pertemuan itu, Wali Nanggroe mengapresiasi komitmen AMANAH yang kembali aktif (reaktivasi) dengan fokus pada penguatan potensi pemuda di berbagai sektor strategis.

Ketua Yayasan AMANAH, Syaifullah Muhammad, hadir bersama jajaran pengurus melaporkan rencana pengembangan program sekaligus mengundang Wali Nanggroe untuk menghadiri relaunching organisasi pada 23 April 2026 di kawasan Ladong.

Syaifullah mengatakan, AMANAH diarahkan menjadi pusat pengembangan keterampilan anak muda Aceh, mulai dari sektor pertanian, peternakan, ekonomi kreatif, UMKM, hingga teknologi seperti robotik.

“Fasilitas yang kami miliki diharapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh generasi muda untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, AMANAH juga mengembangkan rumah produksi berbasis komoditas unggulan Aceh seperti nilam dan kopi, sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi kreatif berbasis lokal.

Menanggapi hal tersebut, Wali Nanggroe mendorong generasi muda Aceh untuk memperluas wawasan melalui pendidikan, termasuk belajar ke luar negeri, serta meningkatkan kemampuan bahasa asing agar mampu bersaing secara global.

Selain itu, ia mengingatkan agar pembangunan Aceh tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan identitas budaya daerah.

“Aceh harus maju dan modern, tetapi tetap menjaga karakter dan nilai-nilai keacehan,” tegasnya.

Audiensi ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara lembaga adat dan organisasi kepemudaan dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing dan berkelanjutan di Aceh.