DONYAPOST, Banda Aceh — Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Kurratal A’yun, mengkaji buku Komunikasi Strategis Indonesia–Tiongkok karya Abdul Rani Usman sebagai bagian dari penguatan literasi komunikasi global di kalangan mahasiswa, Sabtu (11/4/2026).
Buku yang diterbitkan oleh Yayasan Pustaka Obor Indonesia ini pertama kali terbit pada 2021 dan direvisi pada 2023. Dengan ketebalan sekitar 278 halaman, buku tersebut mengupas strategi komunikasi dalam hubungan Indonesia dan Tiongkok, terutama dalam konteks geopolitik Asia Tenggara.
Dalam kajiannya, Kurratal menyoroti bahwa buku ini tidak hanya memuat teori komunikasi, tetapi juga menggabungkan perspektif historis, politik, hingga pendekatan nilai Islam. Salah satu poin penting yang diangkat adalah bagaimana komunikasi strategis digunakan sebagai “senjata” dalam membentuk persepsi publik di tingkat global.
Buku ini dibagi ke dalam sejumlah bagian utama, mulai dari fondasi teoritis berbasis nilai Islam, jejak historis hubungan Indonesia–Tiongkok, hingga pembahasan mengenai peran media digital dan konsep soft power dalam membangun citra suatu negara. Selain itu, penulis juga menawarkan berbagai rekomendasi strategis bagi Indonesia dalam memperkuat komunikasi global.
Kurratal menilai buku tersebut relevan dengan konteks lokal, khususnya bagi mahasiswa UIN Ar-Raniry. Hal ini terlihat dari pembahasan mengenai dampak kerja sama internasional seperti Belt and Road Initiative (BRI) terhadap perkembangan ekonomi di Aceh.
Ia juga mengapresiasi penyajian buku yang dilengkapi infografis, tabel komparatif, serta referensi akademik yang luas, sehingga memudahkan pembaca memahami materi yang kompleks.
Meski demikian, Kurratal mencatat sejumlah kekurangan, di antaranya pembahasan yang cenderung panjang serta minimnya eksplorasi isu-isu terbaru, khususnya dalam konteks perang informasi digital.
Secara keseluruhan, buku Komunikasi Strategis Indonesia–Tiongkok dinilai menjadi referensi penting bagi mahasiswa ilmu komunikasi, terutama dalam memahami dinamika komunikasi global dan hubungan antarnegara di era modern.
